SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan- Masih buruknya birokrasi di Indonesia disebabkan banyaknya pemimpin yang tidak mampu melihat permasalahan yang dihadapi rakyatnya. Pemimpin masih banyak yang menggunakan kaca mata kuda.
Demikian disampaikan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, KH.Abdul Aziz Chori saat mengkukuhkan pengurus MUI Kecamatan Sekaran periode 2013-2018 dipendopo Kecamatan Sekaran, Kamis (29/1/2015).
“Pemimpin jangan memakai kaca mata kuda sehingga tidak bisa melihat kondisi masyarakat disekitarnya,†tegas  Abdul Aziz Chori.
Selain itu menurutnya pemimpin dan ulama di Lamongan harus selalu seiring sejalan untuk menciptakan kondisi yang maju sekaligus kondusif.
Sementara Ketua Umum MUI Kecamatan Sekaran, KH. Nurul Utsman, mengungkapkan, selama ini peran dan kegiatan yang dilakukan MUI Kecamatan Sekaran masih sangat terbatas. Kegiatan yang dilakukan hanya safari ramadhan.
“Minimnya anggaran yang menjadikan MUI Sekaran belum banyak berkiprah. Harapan saya kedepan MUI harus bisa lebih memberikan sumbangsih dalam pembinaan keagamaan kepada masyarakat,†cetusnya.
Perhatian Pemkab Lamongan pada MUI Kecamatan baru dirasakan pada tahun 2013 dimana MUI Kecamatan mendapatkan anggaran Rp 1 juta. Tahun 2014 meningkat Rp 2Â juta.
Nurul Utman mengharapkan kedepannya dana untuk MUI bisa lebih ditingkatkan lagi sehingga MUI bisa lebih memberikan kontribusi dalam syiar agama. (tok)