SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Produktifitas pertanian di sekitar ladang Migas Banyuurip, Blok Cepu yang bersentra di Kecamatan Gayam, Bojonegoro, Jawa-Timur diprediksi tahun ini akan meningkat. Hal itu berdasarkan observasi di lapangan untuk tanaman padi telah mengalami peningkatan signifikan dibandingan tahun 2014 lalu.Â
Warga Desa Ringintunggal, Kecamatan Gayam, Sholikun, mengungkapkan, petani sekitar lokasi proyek Banyuurip tahun ini mempunyai harapan pisitif dibanding tahun lalu. Karena, curah hujannya stabil, dan kebutuhan pupuk bagi petani juga tak begitu terkendala.
“Tahun 2014 lalu petani disini menggalami gagal panen lebih dari 40 persen,” kata Sholikun kepada Suarabanyuurip.com, Kamis (29/1/2015).
Petani desa ring satu Banyuurip itu, menjelaskan, kegagalan panen kala itu rata-rata disebabkan oleh seranggan hama. Seperti, wereng coklat, walang sangit, tikus, dan juga persediaan pupuk selalu berkurang.Â
“Meski tahun ini juga ada kekurangan pupuk tetapi bisa cepat teratasi, Mas. Sehingga, petani dapat memupuk tanaman padi tak terlambat, dan hasilnya saat ini banyak padi yang pertumbuhannya bagus,” ujar Sholikun.
Senada di sampaikan Yaji. Dia mengaku, tanaman padinya tumbuh dengan subur. Karena, mendapatkan pemupukan dengan normal.Â
“Semoga tidak ada serangan hama. Sehingga, hasil panen padi bisa maksimal sesuai dengan harapan,” ungkapnya.Â
Diharapkan, untuk mencegah adanya penyakit maupun hama, Dinas Pertanian Bojonegoro agar mengadakan sosisalisasi tentang penanaman, pencegahan hama dan penyakit lainnya. Karena, dengan melalui sosialisasi diyakini dapat memberikan pemahaman bagi petani secara jelas. Sehingga dapat menanggulangi serangan hama secara efektif.
“Saya minta Dinas pertanian mau memberikan cara mengantisipasi agar hama penyakit tidak menyerang. Jikapun ada serangan bagaimana cara yang cepat, dan tepat menanganinya. Tujuannya, agar hasil panen yang didapat bisa meningkat,” imbuh pria yang juga perangkat Desa Ringintunggal tersebut. (sam/un)