Berpotensi Terjadi Penurunan Kualitas Udara

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro –  Perubahan flaring gas di Lapangan Banyuurip, Blok Cepu dari 23 juta standar kaki kubik per hari (Million Standard Cubic Feet per Day/MSCFD) hingga 70 MMSCFD berpotensi pada penurunan kualitas udara. Hal itu terungkap dalam adendum (perubahan) Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) kegiatan Lapangan Banyuurip yang bersentra di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. 

Development Manager ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), Wishnu Bahriansyah, mengatakan, sebagian penduduk yang bermukim di Dukuh Temlokorejo, Desa Gayam, Desa Mojodelik, dan Desa Brabowan, Kecamatan Gayam, akan berpotensi terkena dampak oleh penurunan kualitas udara, kebisingan, radiasi, termal di udara dari flaring.

“Potensi peningkatan konsentrasi NO2, H2S, dan SO2 yang terjadi disekitar lokasi central processing facility atau CPF akan tersebar pada radius 1 sampai 5 km dari lokasi flaring,” ujar dia saat memaparkan adendum amdal, RKL, RPL perubahan waktu flaring Banyuurip di Ruang Angling Dharma beberapa waktu lalu.

Dia menambahkan, lama dampak penurunan kualitas pada udara akan berlangsung selama masa commisioning atau start up 6 sampai 18 bulan yang bersifat sementara sampai pada tersedianya fasilitas injeksi, meski itu akan berlangsung kontinyu.

Baca Juga :   EMCL : Kami Tak Terlibat dengan Subkon HK

“Intensitas dampak berpotensi pada konsentrasi H2S akan berada di atas baku mutu bila terjadi flame out. Sehingga, akan mempengaruhi kesehatan masyarakat,” ujar Wishnu, mengungkapkan.

Dia menyatakan, kebisingan dan kualitas udara adalah potensi dampak yang tidak bersifat kumulatif di atmosfer. Oleh karenanya akan segera mengalami rain-out dan wash-out oleh air hujan. Begitu juga dengan NO2, H2S, dan SO2, juga tidak bersifat kumulatif, oleh karena itu tidak terdapat sumber emisi lainnya yang signifikan dalam radius 5 Kilometer.

“Berdasarkan tujuh kriteria dampak penting maka dapat disimpulkan bahwa dampak kegiatan flaring terhadap penurunan kualitas udara bersifat negtaif penting,” pungkasnya.(rien)   

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *