Flu Burung Diduga Serang Lamongan

SuaraBanyuurip.comTotok Martono

Lamongan- Flu burung di duga telah menyerang sejumlah desa di Kecamatan Lamongan, Jawa Timur, mendapat perhatian serius dari pemerintah kabupaten (Pemkab) setempat. Bupati Lamongan, Fadeli bersama jajarannya melakukan penyemprotan di kandang keanekaragaman hayati Alun-alun kota setempat dengan menggunakan destan atau bahan kimia desinfekton untuk mencegah penyebaran flu burung.

Penyemprotan ini menyusul adanya sejumlah hewan unggas milik warga Lamongan yang diduga terserang flu burung. Akibat serangan itu sedikitnya 30 ekor ayam petelur di Desa Geger Turi dan 530 ekor burung puyuh di Desa Wonokromo dan Takeranklating, Kecamatan Tikung, mati mendadak.

“Masyarakat tidak perlu was-was dengan isu flu burung. Karena kemarin begitu ada informasi dugaan hewan unggas mati akibat flu burung, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan langsung membatasi lalu lintas unggas dan melakukan penyemprotan desinfektan untuk mencegah penyebaran virus, “ ujar Fadeli seusai penyemprotan di Pasar Unggas, kemarin.

Kepala DPKH Lamongan, Sukriya, menyebut, instansinya memiliki stok desinfektan yang cukup untuk mencegah terjadinya wabah flu burung. Dia meminta masyarakat segera melaporkan jika menemui hewan ternaknya mengalami kematian yang tidak wajar.

Baca Juga :   DPU-JOB PPEJ Saling Lempar Tanggungjawab

“Pemilik hewan unggas yang mati agar segera melapor sehingga kami bisa melakukan tindakan pencegahan. Seperti melakukan lokalisasi dan penyemprotan desinfektan yang hari ini kami lakukan,” pesan Sukriya.(tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *