SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Warga sekitar ladang migas Banyuurip, Blok Cepu di wilayah Kecamatan Gayam, Bojonegoro mengeluhkan menumpuknya sampah di jalan menuju proyek Banyuurip tepatnya di sebelah selatan kurang lebih 300 meter dari Balai Desa Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
Warga Desa Gayam, Saefudin, menduga, menumpuknya sampah itu akibat saluran air yang ada di kanan kiri jalan yang juga poros Kecamatan Gayam-Kalitidu tidak maksimal. Lain itu terhalang dari bekas penanaman pipa pengalir minyak dari sumur Banyuurip menuju Mudi, Tuban.
“Setiap hujan lebat pasti sampah dari sawah, dan pekarangan warga sekitar yang dibawa air hujan melalui saluran air kecil yang ada naik ke jalan. Karena, saluran airnya tidak lancar, dan di lokasi bekas penanaman pipa buntu tidak diberi saluran,” kata Saefudin kepada Suarabanyuurip.com, Senin (02/2/2015).
Dia jelaskan, buntunya saluran air bekas penanaman pipa itu membuat air tidak bisa berjalan lancar, dan mudah penuh. Akibatnya membuat air meluber ke jalan dengan mengusung sampah tersebut.
“Saya berharap, baik operator Blok Cepu ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) maupun Dinas Penkerjaan Umum (PU) segera membangun saluran air yang memadahi. Agar aliran air lancar juga sampah tidak menumpuk lagi di jalan,” harap pria yang juga anggota Badan Permusyawarahan Desa (BPD) Gayam tersebut.
Dia tambahkan dengan menumpuknya sampah di jalan, banyak dikeluhkan warga dan pengguna jalan yang sedang melintas. Sebab, membuat kondisi licin jika hujan, dan rawan terjadinya kecelakaan.
“Kalau hujan apalagi malam sering pengendara sepeda motor terpleset disitu dan jatuh, Pak. Semoga saluran air yang ada segera dibangun, agar air bisa mengalir lancar,” sambung Wajib warga lain. (sam)