SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Wilayah tangkapan ikan di perairan Kabupaten Tuban, Jawa Timur, semakin berkurang, karena banyak perusahaan raksasa beroperasi, dan ikut memanfaatkan laut sebagai sarana transportasi.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Tuban, Sunarto, membenarkan hal ini, terutama dengan masuknya industri-industri besar di Bumi Wali.
“Iya, dengan masuknya perusahaan-perusahaan besar menjadikan wilayah tangkapan nelayan di Tuban semakin sempit,â€kata Sunarto, Selasa (3/2/2015).
Sunarto mengatakan, salah satu solusi yang akan dilakukan dengan menggalakkan fishing drone. Atau sebutan untuk pembangunan apartemen ikan, atau oleh nelayan biasa disebut dengan rumpon.
“Apartemen ikan, merupakan satu solusi yang bisa dilakukan untuk mengatasi semakin sempitnya wilayah tangkap nelayan,â€kata Sunarto.
Dia mengatakan, apartemen ikan juga dapat menjadikan kelestarian laut tetap terjaga. Pun demikian, hal ini perlu didukung semua pihak. Baik itu pemerintah, nelayan, ataupun pelaku perusahaan.
“Dengan apartemen ikan ini, kita berharap populasi ikan di wilayah perairan Tuban terjaga,â€tegas Sunarto.
Selain itu, Pemkab juga akan meminta perusahaan-perusahaan yang juga ikut memanfaatkan wilayah laut untuk membangun apartemen ikan. Sebagai ganti berkurangnya wilayah tangkapan nelayan.
“Semoga dengan begitu nelayan dapat memperoleh ikan sesuai harapan, meski wilayah tangkap mereka semakin sempit,â€tandasnya.
Diketahui banyak perusahaan raksasa memanfaatkan pantai dan laut sebagai penunjang operasi. Mulai dari FSO Cinta Natomas milik JOB PPEJ dan FSO Gagak Rimang milik Exxon Mobil Cepu Ltd yang ada di Kecamatan Palang.
Kemudian di wilayah barat, tepatnya di Kecamatan Bancar ada Gas Lengo yang akan dikelola PT KrisEnergy, serta ada pelabuhan PT Holcim di Kecamatan Tambakboyo dan pelabuhan PT Semen Indonesia di Kecamatan Jenu.
Kemudian di kawasan tanjung awar-awar, Kecamatan Jenu, ada PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (PT TPPI), PT Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), serta ada PT Multi Baja Industri (PT MBI).(edp)