SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Para petani di Kabupaten Blora diminta mewaspadai terhadap pupuk palsu yang saat ini beredar di pasaran. Memang hampir tidak bisa dibedakan antara pupuk asli dan palsu, baik dari segi kemasan maupun tulisan.
Hal itu disampaikan oleh Agus Nugroho, Pengawas Pupuk Petrokimia, saat berkunjung di Blora, Selasa (3/2/2015). Menurut dia, kemasan dan tulisan memang hampir sama hingga sulit untuk dibedakan. Namun jika diperhatikan dengan sekasama, petani bisa mengetahui perbedaannya.
Jika petani kesulitan untuk membedakannya, lanjut Agus, perlu dicurigai jika ada pupuk yang dijual dengan harga murah dibandingkan dengan pupuk yang asli. “Terutama pada penjual pupuk keliling yang menggunakan mobil pick up, dengan plat kendaraan S atau L,†katanya.
Dia melanjutkan, modus penjualan pupuk tersebut biasanya dijual keliling ke desa-desa dan berpindah-pindah. Untuk itu pihak menghimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai hal itu.
Agus berharap, masyarakat petani jangan sampai tergonda dan menjadi korban akibat terpengaruh dengan harga murah. “Jangan terpengaruh dengan penjual pupuk yang menggunakan mobil pick up dengan harga murah,†katanya.
Menurut dia, yang perlu diperhatikan warga adalah pupuk bersubsidi itu tidak dijual secara berkeliling dan dengan harga yang murah. “Biasanya mereka mengaku kalau ada pupuk lebih sehingga dijual. Padahal pupuk bersubsidi hanya boleh di jual di kios atau pengecer resmi yang telah ditunjuk,†ujar Agus.
Jika menemukan ada pupuk yang dijual seperti itu maka bisa dipastikan itu adalah pupuk palsu. “Pupuk bersubsidi itu tidak dijual secara keliling, kalau melihatnya jangan membeli. Langsung laporakan saja pada pihak yang berwajib,†pintanya. (ams)