SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Bakteri berbahaya dari buah apel asal California, Amerika Serikat, telah ramai diberitakan sejak satu minggu terakhir. Namun Dinas Perekonomian dan Pariwisata Kabupaten Tuban baru melakukan inspeksi mendadak (Sidak) hari ini, Selasa (3/2/2015).
Kedua jenis apel yang dinilai berbahaya adalah Granny Smith dan Gala. Dimana Kementerian Perdagangan sendiri telah resmi melarang perdagangan apel ini sejak tanggal 26 Januari 2015 lalu karena mengandung bakteri yang berbahaya.
“Sudah telat Mas, kok baru dirazia sekarang,†celetuk salah satu pedagang buah di Pasar Baru Tuban kepada petugas yang melakukan razia.
Menurut pedagang, keberadaan apel yang dimaksud memang pernah beredar di Tuban. Tetapi mereka tidak menjual lagi setelah melihat tayangan berita di televisi.
“Masyarakat sudah tidak mau dan pedagang sudah tidak jual lagi, karena memang sudah lihat di TV bahanya apel ini kalau dikonsumsi,†jelas Sugiono, salah satu pedagang buah.
Sementara razia sendiri dilakukan di kios-kios pedagang buah di Pasar Baru Tuban. Kemudian dilanjutkan di kios-kios yang berada di Jalan Pemuda dan Jalan Basuki Rahmat.
“Kami sita beberapa apel dari pedagang yaitu jenis Gala, sementara yang Grany Smith sudah tidak ada lagi,†kata Kasi Meterologi dan Perlindungan Konsumen di Dinas Perekonomian dan Pariwisata Tuban, Sunaryo, usai melakukan razia.
Selain itu, dia juga meminta pedagang tidak lagi menerima kiriman apel yang mengandung bakteri Lesteria Monocytogenes, karena sangat membahayakan kesehatan.
Sebelumnya, Sunaryo, juga mengatakan alasan kenapa pihaknya tidak langsung melakukan sidak dan penarikan barang dari pasar. Yaitu harus melakukan kajian terlebih dahulu sesuai dengan prosedur yang ada.
“Kami mesti melakukan kajian terlebih dahulu sebelum melakukan penarikan produk,†jelas Sunaryo sebelumnya.(edp)