Atasi Banjir Babat, Aktifkan 4 Pompa

SuaraBanyuurip.comTotok Martono

Lamongan- Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan, Jawa Timur bergerak cepat membantu para korban banjir dengan mengirimkan logistik.

“Begitu ada bencana kami akan segera turun memberikan bantuan,” kata Kepala Pelaksana BPBD Lamongan Suprapto saat meninjau banjir di Kelurahan Babat kepada suarabanyuurip.com, Rabu petang (4/2/2015).

Seperti bencana banjir di Babat yang terjadi Selasa (3/2/2015) kemarin. Begitu mendapat laporan dan data korban banjir  dari pihak Kelurahan, BPBD segera turun mengirimkan bantuan sembako.

Karena itu Suprapto berharapp kepala desa maupun Camat bisa bertindak cepat dalam memberikan laporan bencana di wilayahnya sehingga cepat mendapat penanganan BPBD.

“Kades jangan segan-segan untuk melaporkan dan meminta bantun ke BPBD berapapun yang dibutuhkan.Kami akan segera mengirimkan bantuan,” tandasnya.

Menurutnya BPBD telah menyiapkan logistik dan sembako dalam jumlah cukup besar yang siap dikirim setiap saat di daerah bencana. “Bukannya kita mengharapkan datangnya bencana, namun berdasarkan pengalaman setiap tahun terjadi banjir, BPBD telah melakukan langkah antisipasi dengan menyiapkan logistic untuk korban bencana,” kata Suprapto.

Baca Juga :   Pagar Nusa Gayam dan Banom Bagikan Ribuan Takjil

Suprapto mengungkapkan, sesuai data dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), selama bulan Februari ini curah hujan cukup tinggi. Karena itu pihaknya terus bersiaga mengantisipasi datangnya banjir. Utamanya jika sungai bengawan solo meluber.

Untuk penanganan banjir di Kelurahan Babat, selain memberikan bantuan beras dan paket sembako, BPBD juga telah mengirimkan ratusan glangsing dan gedek bambu untuk antisipasi jika tanggul Babat jebol. Juga mengirimkan dua unit pompa penyedot air dari kuro.

“Diharapkan dengan bantuan mesin pompa ini bisa membantu mengurangi banjir,” ujar Suprapto.

Untuk menyedot genangan banjir pihak UPT Pengairan Babat sejak tiga hari lalu telah mengaktifkan 4 unit pompa penyedot air yang terdapat di Desa Bedahan. Sayangnya mesin pompa tersebut masih belum bisa diandalkan mengurangi banjir karena tingginya curah hujan. (tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *