SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro- Industri migas di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur membawa daya tarik tersendiri bagi para peneliti maupun akademisi dari sebuah institusi perguruan tinggi di Indonesia maupun manca negera yang ingin melakukan penelitian. Khususnya lokasi proyek minyak Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, yang berpusat di Kecamatan Gayam.Â
Seperti yang dilakukan dua mahasiswa yang mengenalkan diri dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogjakarta. Mereka adalah Amin dan Kurnia, Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) UGM semester akhir.
Kepada suarabanyuurip.com, Kamis (4/2/2015), mereka mengaku ingin meneliti nasib para petani sebagai pemilik lahan yang lahannya sudah dibebaskan untuk kepentingan proyek migas.Â
“Kita ingin tahu setelah lahannya dibebaskan, apa yang mereka lakukan,” kata Kurnia.
Selain itu, mereka juga ingin mengetahui perkembangan masyarakat yang berubah dari masyarakat petani ke industri. Mereka juga mengakui, jika keberadaan migas di Lapangan Banyuurip, Blok Cepu menjadi bahan kajian para kaum akademisi di luar Bojonegoro. Â
“Disini kan terjadi konversi lahan pertanian ke industri,” imbuh Kurnia. Di samping itu, menurut mereka, yang menarik di sisi lain Pemkab Bojonegoro juga ingin mewujudkan Lumbung pangan dan energi. Mereka mengaku sudah melakukan penggalian data ke pada pihak instansi terkait.
“Observasinya juga sudah kita lakukan beberapa bulan yang lalu,” ucapnya.
Kedatangan dua mahasiswa itu  secara kebetulan disambut oleh Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Banyuurip – Jambaran (Forkomas Ba-Ja), Parmani. Tokoh masyarakat di Blok Cepu ini sempat di wawancara berkenaan dengan perkemmbangan masyarakat petani ke industri, serta menyangkut problema sosial dan tenaga kerja.
“Kita santai saja, karena metode yang kita gunakan snowball sampling,” jelas Kurnia.
Sementara itu, Parmani mengaku cukup apresiasi dengan sejumlah penelitian di sekitar Banyuurip. Menurut dia, tidak satu dua kali lokasi proyek Banyuurip menjadi obyek penelitian.
“Dulu juga pernah ada,” tuturnya.(roz)