SuaraBanyuurip.com – Samian SasongkoÂ
Bojonegoro – Hujan deras yang mengguyur wilayah sekitar ladang Migas Banyuurip, Blok Cepu mulai berdampak pada kerusakan infrastruktur di sekitarnya. Salah satunya rusaknya pagar samping SDN Brabowan di Desa Brabowan, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa-Timur.
Kades Brabowan, Sukiran, mengatakan, rangkaian kejadian yang menyebabkan kerusakan pagar SD tersebut bermula pada hujan di hari Rabu, dan kemudian disusul hari Kamis. Karena, saluran air menuju Well Pad A dan B belum dibangun secara maksimal, air tidak bisa mengalir lancar dan meluber kemana-mana.
Akibatnya selain merusak jalan dan pagar SD, juga merusak pekarangan warga. Karena, limbah batu-batu warna putih, dan sampah masuk ke pekarangan warga.
“Yang jelas kurang maksimalnya saluran air, karena yang sebelah selatan jalan masuk Brabowan tidak ada saluran airnya, Mas,” ungkap Sukiran kepada Suarabanyuurip.com, Jumat (6/2/2015).
Dia harapkan, perusahaan segera bergerak cepat untuk membangun saluran air yang menuju Well Pad A dan B tepatnya di dekat SDN Brabowan tersebut. Jika air di saluran mengalir secara lancar, tidak membuat kerusakan di sekitarnya bertambah parah.Â
“Saat ini musim hujan jadi soal saluran air rawan jika tidak segera ditangani. Apalagi sekarang juga musim penyakit Demam Berdarah (DB) menimpa warga. Jadi perlu diperhatikan secara serius masalah ini,” imbuhnya.
“Pada hari Rabu itu sudah langsung saya konfirmasikan ke pihak EMCL (ExxonMobil Cepu Ltd), Mas. Mudah-mudahan segera diperhatikan,” tegas Kades ring satu lapangan Banyuurip tersebut. (sam)Â