SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Penerimaan Dana Bagi Hasil (DBH) minyak untuk Kabupaten Blora, Jawa Tengah, pada tahun 2014 lalu mengalami kenaikan yang cukup signifikan yakni mencapai Rp8,48 milyar. Kenaikan itu dipengerahui adanya kenaikan harga minyak mentah dunia tahun 2014 lalu.
Menurut, Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral, Setyo Edi, jumlah tersebut paling banyak diterima Blora dibanding tahun-tahun sebelumnya. “Rata-rata DBH Blora biasanya di bawah Rp 2 miliar. Tapi tahun lalu melonjak menjadi lebih dari Rp 8 miliar,†ujar kepada suarabanyuurip.com, Senin (9/2/2015).
Berbeda dengan DBH Minyak, untuk penerimaana DBH Gas pada tahun 2014 lalu dirasa sangat kecil, yakni hanya menyentuh angka Rp82 juta. Menurutnya, selain dipengaruhi harga pasar, penghitungan DBH gas juga memperhatikan pula berapa banyak produksi gas di satu daerah.
“Semakin banyak gas yang diproduksi di satu daerah, maka daerah itupun kemungkinan besar akan mendapatkan DBH dengan jumlah banyak. Tentu dengan melihat pula harga migas di pasaran,†kata Setyo Edi, menjelaskan.
Namun, untuk tahun 2015 ini, pihaknya belum bisa memastikan apakah Blora akan memperoleh DHB lebih besar dari pada sebelumnya. Pasalnya, seperti yang dikatuhui harga minyak dunia sekarang ini cenderung menurun.
Setyo Edi berharap, DBH gas 2015 akan naik. Karena sekarang ini gas dari Proyek Pengembangan Gas Jawa (PPGJ) di Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, mulai produksi.(ams)