Petani Tuntut Ganti Rugi

SuaraBanyuurip.comSamian sasongko

Bojonegoro – Dua petani asal Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa-Timur meminta PT Hutama Karya – PT Rekayasa Industri (HK-Rekind) untuk memberikakan ganti-rugi. Penyebabnya, lahan dan tanaman pertanian mereka rusak akibat tergerus air dari jebolnya tanggul penampungan air atau pon proyek rekayasa, pengadaan dan konstruksi (Engineering Procurement and Construction/EPC)-5, Banyuurip, Blok Cepu, Sabtu (7/2/2015) lalu, sekira pukul 17.00 WIB.

Dua petani itu adalah Sucipto dan Edy Suyanto, keduanya warga Desa Mojodelik. Akibat jebolnya waduk EPC-5 Banyuurip, lahan pertanian milik Sucipto yang paling parah terdampak. Ada seluas 500 meter persegi (M2) lahan dan tanaman padi berusia dua bulan tertimbun material proyek berupa batu, pasir dan lumpur.

“Dari satu hektar, separo lahan saya rusak tertimbun material proye. Karena itu saya minta kepada kontraktor untuk segera memberi ganti rugi kerusakan ini,” kata Sucipto kepada suarabanyuurip, Senin (9/2/2015).

Sucipto mengungkapkan, lahan pertaniannya sekali panen mampu menghasilkan 7 ton lebih. Dengan total modal yang dikeluarkan mulai sejak awal tanam hingga panen rata-rata menghabiskan dana Rp8 juta sampai Rp10 juta.

Baca Juga :   Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field Petakan Program CSR

Ia mengaku, sudah menghubungi pihak HK untuk melaporkan kerusakan lahannya, tapi belum ada respon. “Masak nunggu beraksi dulu biar segera direspon,” ancam pria yang juga perangkat Desa Mojodelik itu.

Senada dikatakan Edy Suyanto. Menurut dia, kerusakan lahan pertaniannya tak seberapa. Hanya pemuupukan yang baru dilakukan beberapa waktu lalu hilang dan pematang sawahnya rusak akibat diterjang air dari penampungan proyek EPC-5 Banyuurip.

“Mudah-mudahan segera ada ganti rugi dari HK sebelum menimbulkan gejolak sosial warga,” sambung Edi Suyanto.

Dikonfirmasi terpisah, Humas PT HK, Tony, mengaku, belum melakukan cek lokasi atas kerusakan lahan dan tanaman pertanian milik warga Mojodelik yang mengaku tergerus air dan tertimpa matrial proyek dari jebolnya penampungan air.

“Saya belum cek. Karena, saat kejadian aku masih libur, nanti aku lihat. Tapi, pemiliknya sudah telepon aku kemarin,” timpal Tony. (sam)  

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *