SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora, Jawa Tengah, menghentikan pencarian jasad Ridwan (36), korban tenggelam di Bengawan Solo. Alasannya sekarang ini kondisi permukaan air sungai terpanjang di Pulau Jawa itu terus meninggi.
“Kita hentikan dulu. Karena arus air sangat deras sehingga bisa membahayakan tim penolong,” kata Kepala BPBD Blora, Sri Rahayu kepada suarabanyuurip.com, Rabu (11/2/2015).
Dia menjeleskan, pencarian korban tenggelam ini mulai dilakukan sejak Selasa (10/2/2014) kemrin. Namun baru beberapa jam pencarian dihentikan karena kondisi air Sungai Bengawan Solo tak memungkinkan. Hingga sekarang jasad korban belum bisa ditemukan.
“Ketinggian air terus mengalami kenaikan. Ini yang menyulitkan tim melakukan pencarian,†tandas Sri Rahayu.
Dia mengaku, korban tenggelam adalah warga Nglanjuk, Kecamtan Cepu. Namun kejadian tenggelamnya korban berada di wilayah Jawa Timur.
“Kita sudah berupaya bekerja sama dengan pihak Satpol PP Kecamtan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur dan pihak lain supaya memberikan informasi, ketika nanti menemukan korban,†ujar Sri.Â
Kepala Satpol PP Kecamatan Cepu, Dahlan Rosidi, membenarkan penghentian pencarian korban. “Kemarin pencarian telah dihentikan,†katanya.
Dirinya juga mengku telah melakukan koordinsi dengan Satpol PP yang berada di wilayah Jawa Timur.
Seperti diberitakan, Ridwan (36) Nelayan asal Desa nglanjuk, Kecamatan Cepu, terseret arus Sungai Bengawan Solo saat mencari ikan bersama saudaranya, Soleman (34). Perahu yang ditumpangi mereka terbalik, beruntunga Solemen bisa selamat.(ams)