SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro- Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi enggan memberi komentar saat dikonfirmasi soal rencana penambahan produksi minyak di Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, sebesar 35 ribu barel per hari (bph) pada Pebruari 2015 ini.
Kepala Bagian Humas SKK Migas, Rudi Rimbono, tidak kunjung menjawab pertanyaan yang dikirimkan suarabanyuurip.com. Termasuk pihak ExxonMobil Cepu Ltd (EMCL), melalui Field Public and Government AffairsManager EMCL, Rexy Mawardijaya, Rabu (11/2/2015).Â
Rencana tambahan produksi Lapangan Banyuurip ini dibenarkan oleh Kepala Unit Percepatan Proyek (UPP) Banyuurip Blok Cepu, Julius Wiratno saat dikonfirmasi suarabanyuurip.com Selasa (10/2/2015) kemarin.
Dia mengungkapkan, tambahan produksi minyak mentah akan diupayakan 35 ribu bph dari well Pad C Lapangan Banyuurip, Blok Cepu pada bulan Pebruari ini. Jika jadi dilakukan tambahan produksi, maka jumlah produksi Banyuurip akan menjadi 75 ribu bph. Sebab, produksi yang ada saat ini bertahan diangka 40 ribu bph.Â
“Akan kita upayakan ke level itu,” ucapnya kepada suarabanyuurip kemarin.
Sementara itu, sejumlah warga sekitar mengaku tidak mempersoalkan penambahan produksi minyak di Lapangan Banyuurip. Hanya saja, pihak EMCL diminta untuk memberikan sosialisasi kepada warga.
Terlebih saat ini warga juga sedang mengeluhkan perubahan cuaca disekitar proyek. Sebagian menilai perubahan tersebut akibat dampak dari flaring yang ada di lokasi proyek. Warga pun sempat mengusulkan agar mendatangkan ahli yang berkompeten.Â
“Entah dari proyek atau tidak namun ada perubahan cuaca. Dulunya tidak seperti ini,” ujar Toni, warga Desa Gayam, Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro.(roz)