Maksimalkan Papan Informasi Melalui Peran JIM

SuaraBanyuurip.comD Suko Nugroho

Bojonegoro – Koordinator Kecamatan Jaringan Informasi Masyarakat (JIM) dari lima kecamatan di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, melakukan pertemuan dengan operator migas Blok Cepu di Kantor ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) di Desa Talok, Kecamatan Kalitidu, Kamis (12/2/2014). Pertemuan itu untuk bersilaturahmi dan sebagai tindaklanjut program pengelolaan sarana komunikasi khususnya papan informasi yang sudah digulirkan EMCL kepada desa-desa. 

Lima kecamatan itu adalah Kecamatan Gayam, Kalitidu, Ngasem, Dander dan Kecamatan Bojonegoro. Para Koordinator Kecamatan JIM didampingi Lembaga Informasi dan Komunikasi Masyarakat Banyuurip Bangkit (LIMA 2B), mitra EMCL sebagai pendamping program papan informasi. 

Direktur LIMA 2B, Mugito Citrapati, menjelaskan, dalam pertemuan kali pertama ini banyak agenda dan masukan yang disampaikan baik dari JIM maupun EMCL agar pengelolaan informasi lebih maksimal sehingga mampu menggali potensi masyarakat.

“JIM akan mengagendakan pertemuan rutin setiap bulan untuk menentukan program pengelolaan informasi sebagai sarana mengembangkan perekonomian masyarakat,” kata Mugito.

Dalam pertemuan itu, Koordinator JIM Kecamatan Bojonegoro, Nur Wachid, sempat mengusulkan agar pertemuan rutin JIM ini bisa dilakukan secara bergantian di masing-masing kecamatan. “Mungkin kalau di Sukorjo, Kecamatan Bojonegoro bisa dilakukan di Pondok Tani,” sarannya.  

Field Public and Government Manager EMCL, Rexy Mawardijaya melalui Coordinator Communication, Feni K Indiharti yang menerima Koordinator Kecamatan JIM, menyampaikan, pertemuan ini sebagai tindak lanjut program papan informasi yang dilaksanakan EMCL untuk meningkatkan kapasitas pengelola agar dapat memanfaatkan dan mengembangkan sarana tersebut secara lebih maksimal.

“Sehingga keberadaan papan informasi yang sudah kita serahkan kepada masing-masing desa bisa dikelola dan dimanfaatkan dengan baik sesuai kebutuhan masyarakat,” timpal Feni.

Dia berharap, ada partisipasi dan swadaya masyarakat dari desa-desa penerima program dalam mengelola papan informasi. Sehingga memunculkan rasa ikut memiliki, menjaga dan merawat papan informasi dari masyarakat.

“Karena papan informasi yang sudah kita serahkan ini telah menjadi aset desa,” tegas Feni.(suko)

Baca Juga :   Mengapa Investor Enggan Investasi di Bojonegoro, Begini Penjelasan Kadin

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *