Enam Desa di Babat Diterjang Banjir

SuaraBanyuurip.comTotok Martono

Lamongan- Sejak dua hari terakhir enam desa di Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur terendam banjir. Kendati begitu hingga hari Jumat (13/2/2015) siang,  belum ada bantuan dari pemerintah kepada para korban.

Enam desa tersebut adalah, Desa Sumurgenuk, Datinawong, Patihan, Balandono, Gembong,  dan Desa Moropelang. Selain menenggelamkan ratusan hektar lahan pertanian, banjir juga menggenangi puluhan rumah warga.

Banjir terjadi sejak Kamis (12/2/2015) petang sekitar pukul 17.00 WIB.  Luapan air berasal dari sungai Keyongan yang tidak dapat menampung kiriman  air dari wilayah selatan. Yakni dari wilayah Kecamatan Kedungpring,  dan Kecamatan Sugio. Saat ini ketinggian banjir mencapai 40-60 centimeter.

“Banjir ini kiriman dari Kedungpring dan Sugio. Selain juga  curah hujan yang cukup tinggi kemarin, “ kata Kasi Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Kecamatan Babat, Cucuk Subagiyana, kepada SuaraBanyuurip.com, Jumat (13/2/2015).

Cucuk belum bisa memastikan berapa jumlah rumah warga, dan berapa hektar lahan pertanian yang terendam banjir. Hingga kini belum semua desa melaporkan kondisi tersebut ke Posko Banjir di Kecamatan Babat.

Baca Juga :   56 Peserta Ikuti Lomba Catur

Sementara itu, di Moropelang banjir menggenangi 46 rumah. Termasuk juga Pondok Pesantren (Ponpes) Raudhotul Mualimin yang diasuh KH Agus Saerozi. Sebagian besar rumah warga, dan ponpes yang terendam berlokasi di selatan jalan nasional Babat-Lamongan.

Selain pemukiman warga banjir juga menggenangi 135 hektar sawah. Warga terancam mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah, karena tanaman padi saat ini rata-rata berumur dua bulan.

“Kalau banjir tidak surut dipastikan petani gagal panen, Mas,“ kata Kaur Umum Desa Moropelang, Mustamin, di lokasi bencana.

“Semalaman warga tidak tidur, Mas. Berjaga-jaga kuatir banjir semakin tinggi,“ ujar Wanto, salah satu warga Moropelang.

Meski banjir terjadi setiap tahun, menurutnya, tidak pernah ada pejabat turun meninjau lokasi. Bantuan dalam bentuk apapun juga tidak pernah datang.

“Kita tidak pernah mendapatkan bantuan, Mas,“ tandasnya. (tok)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA BANYUURIP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *