SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Bojonegoro-Banyaknya kendaraan bertonase berat yang melintas di Desa Banjaran, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, ditengarai menjadi penyebab rusak parahnya jalan poros setempat.
Menurut beberapa warga setempat, setiap harinya dari pagi hingga malam belasan kendaraan roda empat dari mobil box hingga truk melintas jalan desa karena menghindari timbangan kendaraan di Desa Sraturejo.
“Kendaraan yang melintas sini menghindari timbangan karen muatannya melebihi tonase. Akibatnya meski dibangun berulang kali jalan paving selalu hancur, “ kata salah satu warga Banjaran, Malik Kepada SuaraBanyuurip.com, Senin (16/2/2015).
Selain menghancurkan jalan, banyaknya kendaraan berat yang melintas menimbulkan kebisingan yang sangat mengganggu warga utamanya saat malam hari.
Kepala Desa Banjaran, Subchan, mengaku, sudah banyak mendapatkan keluhan warganya. Ia juga merasa jengkel dengan banyaknya kendaraan bertonase berat yang menghancurkan jalan desa.
“Panjang jalan poros desa yang rusak panjangnya 790 meter X 3 meter. Jalan paving tersebut dibangun dari dana PNPM 2012,†sambung Subechan memaparkan.
Dia mengungkapkan, setiap tahun pemerintah desa selalu menganggarkan dana untuk tambal sulam jalan poros desa, namun selalu hancur akibat banyaknya kendaraan berat yang melintas. Â Subechan mengaku, sudah melaporkan kendaraan yang mengambil jalan pintas melintasi Desa Banjaran untuk menghindari timbangan kepada pihak pengelola timbangan dan Dinas perhubungan (Dishub) Bojonegoro, namun belum ada jawaban yang memuaskan.
“Saya sudah mengirimkan surat laporan resmi ke Bapak Bupati. Mohon adanya petunjuk atau solusi. Namun belum ada jawaban, “ jelas kades dua periode ini.
Timbangan sendiri berada di Jalan Nasional Babat-Bojonegoro tepatnya di Desa Sraturejo, Kecamatan Boureno. Untuk menghindari membayar timbangan, pengemudi kendaraan yang nakalan banyak yang memilih melewati jalan pintas yaitu Desa Banjaran-Desa Banjaranyar. (tok) Â