SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Kepolisian Sektor (Polsek) Gayam, Tim SAR dan Pemerintah Desa (Pemdes) Mojodelik, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, terus melakukan pencarian jasad Yaeman (65), yang hilang terseret arus Sungai Gadong. Warga RT 10 RW.02, Dusun Dawung, Desa Mojodelik, itu hilang sejak Minggu (15/2/2015) kemarin.
“Pencarian masih terus dilakukan, dan sampai saat ini belum ditemukan jenazah korban,” kata Kapolsek Gayam, AKP Sudirman kepada suarabanyuurip.com, Senin (16/2/2015).
Sudirman menjelaskan, dalam pencarian ini pihaknya dibantu oleh tim SAR, perangkat desa, keluarga korban, dan warga lainnya dengan menelusuri aliran Sungai Gandong hingga menembus ke Bengawan Solo. Â
“Sesuai keterangan dari anak korban, Sundari, kejadiannya pada hari Minggu sekitar jam 4 sore. Saat itu korban pulang dari sawahnya di Desa Kaliombo, Kecamatan Purwosari. Kemudian saat korban menyeberangi Sungai Gandong, diduga hanyut dan tenggelam diterjang aliran Sungai Gandong,” ujar dia, menjelaskan.
Sudirman menambahkan, dalam pencarianya sudah ditemukan bukti sepeda ontel yang dibawa korban menyeberangi Sungai Gandong. Sedangkan untuk ciri-ciri korban adalah berpakaian lengan pendek warna biru muda, celana pendek warna hitam, tinggi 165 centi meter (cm), rambut brintik putih, gigi atas jarang-jarang, kaki kanan kiri banyak varises, dan jempol kaki melebar.
“Sesuai hasil olah TKP dan keterangan saksi dari keluarga, korban murni terhanyut Sungai Gandong, karena tidak ada indikasi tindak kejahatan lain,” tegasnya.Â
Kepastian ini didapat setelah Polsek Gayam memeriksa sejumlah skasi-saksi dari keluarga korban. Yakni Sundari (30), warga setempat, dan Sutriono (33), warga RT 03 RW 02, Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro.(sam/un)
Â