SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, berharap ada pemberian modal dari operator migas kepada pelaku usaha dan koperasi unit desa (KUD) di sekitar ring 1 agar lebih produktif.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Nuzulul Hudaya, mengatakan, masing-masing operator migas dan kontraktornya seharusnya memberikan manfaat untuk lingkungan sekitar. Seperti memasukan penguatan modal dalam program corporate social responsibility (CSR) yang sekarang sudah berjalan.
“Dengan penguatan modal, maka pemberdayaan masyarakat dalam beriwirausaha akan semakin produktif,” tegas Hudaya.
Mantan Kepala Bagian Perlengkapan Pemkab Bojonegoro itu menyatakan, dalam hal ini pemerintah desa juga harus berperan aktif dengan pengajuan program sesuai prosedur. Sehingga, ketika operator migas memberikan program tersebut di masyarakat bisa berkembang dan tertata secara adminstrasinya.
“Prosedur awal harus dilakukan, yakni dengan pengajuan program melalui proposal, setelah itu operator mengkaji kelayakan pelaku usaha maupun KUDnya,” saran Hudaya.
Dia menegaskan, saat program penguatan modal direalisasikan kepada masyarakat harus dilakukan bimbingan dan pengawasan secara rutin dan berkelanjutan.
“Jangan asal beri, terus ditinggalkan,” tandas Hudaya.
Karena itu dia menyarankan, alangkah baiknya jika operator migas melakukan koordinasi dengan Dinas Koperasi dan UMKMÂ apabila memberikan program tersebut terutama di wilayah ring 1. “Agar, apa yang diberikan oleh Operator tidak sia-sia atau muspro,” pungkas Hudaya.(rien)