DPRD Minta K3S Genjot Produksi

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – DPRD Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur  menyoroti penurunan harga minyak mentah dunia yang mempengaruhi jumlah Dana Bagi Hasil (DBH) Migas untuk daerah setempat.

Terkait rontoknya harga minyak mentah dunia tersebut, wakil rakyat Bumi Angling Dharma meminta, Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S) untuk menggenjot produksi. Apalagi Bojonegoro merupakan daerah potensial migas setelah Blok Cepu dieksploitasi.

“Kalau minyak mentah dunia masih dalam level terendah seperti sekarang ini, harusnya tugas K3S-lah bagaimana meningkatkan produksinya,” tegas Wakil Ketua DPRD Bojonegoro, Syukur Prianto, kepada Suarabanyuurip.com, Selasa (17/2/2015).

Dia mengatakan, seharusnya ada keseimbangan antara pendapatan minyak, dan produksi yang sekarang ini bertumpu di lapangan Banyuurip, Blok Cepu. Meskipun begitu dia tetap berkeyakinan harga minyak perlahan-lahan akan naik.

“Terkait potensi gagal bayar terhadap proyek yang ada di pemerintah sekarang ini, saya tidak mau berandai-andai,” imbuhnya.

Hal tersebut, menurut Bapak dua putra ini, pada APBD Perubahan 2015 mendatang ada asumsi jumlah DBH Migas tidak menurun tajam. Diluar itu juga masih ada pendapatan lain yang bisa dimaksimalkan untuk memback up pendapatan daerah.

Baca Juga :   Camat Iwan : Pemcam Ngasem Minim Mendapat Informasi Soal Proyek Gas JTB

Seperti diketahui, target DBH Migas tahun 2015 bakal meleset dari APBD yang telah ditetapkan sebesar Rp1,03 triliun dengan hitungan harga minyak dunia sebesar USD 90 per barel. Akan tetapi dengan penurunan harga minyak mentah dunia sebesar USD 50 perbarel diperkirakan pendapatan daerah hanya sebesar Rp618 miliar saja. (rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *