SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro- Pengurangan tenaga kerja di proyek minyak Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, yang berpusat di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, berdampak pada omzet penjualan perlengkapan safety (keselamatan kerja).
“Tetap ada pengaruhnya,” kata salah satu pemilik toko safety, Seno, kepada suarabanyuurip.com, Selasa (17/2/2015).
Warga Desa Ngraho, Kecamatan Gayam, itu mengaku, sejak pengurangan tenaga kerja omzetnya sekitar Rp.1 – 2 juta per bulan. Dulunya, disaat ramai proyek barang daganganya bisa terjual melalui sistem tender.
“Tapi kalau sistem lelang, bayarnya yang agak susah,” ucapnya.
Kendati begitu Seno optimis jika usahanya bisa bertahan dalam jangka penjang. Terutama selama masih ada geliat industri migas di Bojonegoro.
“Jika dibanding pekerjaan sipil diproyek, usaha ini lebih menjanjikan,” ujarnya.
Dia mengungkapkan, dalam seharinya masih terdapat barang daganganya yang laku terjual. Misalnya helm, kaca mata, dan seragam proyek.Bahkan, jika peminat barang dagangannya bukan diperuntukkan bukan kelas pekerja kasar, dilakukan dengan sistem pesanan.
“Pesannya sesuai standart perusahaan, seperti logo dan kualitas bahanya,” pungkas Seno.(roz)