SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Hujan lebat yang mengguyur sekitar ladang migas Banyuurip, Blok Cepu membuat Kali Glonggong meluap dan menghancurkan lahan dan pertanian warga Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Selasa (17/2/2015) malam.
Namun belum diketahui secara pasti berapa luas lahan pertanian yang rusak diterjang banjir. Karena pemilik sawah dan warga masih berupaya menangani arus air.
Warga Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Rakip, mengungkapkan, lahan dan tanaman padi mulai sekitar wilayah proyek engineering procurement and constructions (EPC)-1 dan 5 Banyuurip terendam air akibat melubernya Kali Glonggong.
“Tanaman padi yang masuk wilayah EPC-1, 5 yaitu mulai dari depan Kantor Kecamatan Gayam hingga Kali Glonggong – Temlokorejo tenggelam air, Mas,” kata Rakip kepada suarabanyuurip.com, Selasa malam.
Dia menjelaskan, melubernya air Kali Glonggong itu selain akibat hujan lebat yang berlangsung berjam-jam, diduga juga karena saluran air di Kali Glonggong di wilayah We’ll Pad C Banyuurip kurang maksimal. Sehingga tak bisa mengalirkan air secara lancar.
“Karena, hanya dipasang tiga titik saluran air, dan tersumbat sampah ranting-ranting kayu. Sehingga tidak mampu mengalirkan air Kali Glonggong secara normal. Akibatnya, air meluber ke lahan pertanian warga,” ujar warga desa ring satu Banyuurip, Blok Cepu tersebut.
“Lahan dan tanaman padi saya terendam air akibat meluapnya Kali Glonggong. Ya mudah-mudahan tidak rusak fatal, Mas,” sambung Kamidin, warga lain. (sam)