SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Meski Sungai Bengawan Solo masih dalam posisi aman, namun masyarakat Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, dihimbau untuk tetap waspada terjadinya banjir. Pasalnya, debit air sungai Bengawan Solo yang melewati Kecamatan Cepu, hingga kini masih mengalami kenaikan akibat hujan di daerah hulu sejak beberapa hari terakhir.
Camat Cepu, Mei Nariyono melalui Sekretaris Kecamatan, Solichan Muhtar, mengatakan, peningkatan debit air Bengawan Solo masih dalam taraf aman. Meski demikian tetap memberlakukan siaga banjir.
“Jika hanya terjadi hujan turun di Cepu, saya kira tidak berpengaruh banyak pada peningkatan debit air Bengawan Solo. Tetapi ini juga berkaitan dengan curah hujan yang meningkat di daerah sekitar dan dibukanya pintu air waduk Gajah Mungkur. Semoga saja tidak terjadi hal yang signifikan,†ujarnya kepada suarabanyuurip.com, Kamis (19/2/2015).
Meski demikian, mantan Kepala RSPD Gagak Rimang Blora itu, menuturkan, warga Cepu mempunyai cara sendiri untuk menandai peningkatan debit Bengawan Solo. Yakni melalui pondasi atau penyangga rel kereta api di atas sungai Bengawan Solo.
“Jika ketinggian baru mencapai lubang tembok penyangga rel, berarti masih aman. Tetapi jika sudah melampaui lubang tembok, maka warga harus waspada terhadap luapan air,†kata dia.
Solican juga menjelaskan, kekawatiran warga terhadap banjir saat ini juga telah berkurang. Pasalnya, keberadaan tanggul setinggi tujuh meter yang dibangun beberapa tahun lalu di pinggir sungai sekitar jembatan perbatasan Cepu-Bojonegoro, membuat warga di Cepu terutama yang bermukim di sekitar tanggul menjadi lebih aman dari ancaman banjir. (ams)