SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Pengerjaan pipa darat untuk penunjang produksi puncak Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, sudah selesai. Namun hingga saat ini masih menyisakan masalah lahan.
Seorang yang mengaku pemilik tanah di Desa Leran Kulon, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, mengatakan, kalau operator Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), belum melakukan pembayaran tanah. Padahal pipa minyak untuk menyalurkan minyak mentah sudah ditanam di tanah tersebut.
“Sampai sekarang tanah saya belum dibayar sama MCL (EMCL),â€kata Laksono Basuki, warga Desa Sedayu Lawas, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, yang mengaku mempunyai tanah di Desa Leran Kulon kepada suarabanyuurip.com di kantin Mapolres Tuban, Jumat (20/2/2015).
Menurut Laksono, tanah di penanaman pipa setempat seluas 12.817 m2. Dari luas tersebut yang dipergunakan EMCL seluas 400 m2.
“Jadi yang dibuat untuk penanaman pipa seluas 400 m2 dan memang belum dibayar,â€tegas Laksono.
Dia meminta kepada operator untuk membeli semua sisa tanah. Karena selain tanah miliknya semakin menyempit, juga khawatir dengan adanya pipa minyak yang tertanam di sana.
“Kita minta beli semua lah, karena tanah sisa tinggal sedikit juga kami merasa tidak aman dengan adanya pipa di sana,â€tandas Laksono.
Pemilik tanah meminta kepada operator untuk membongkar pipa yang sudah terlanjur tertanam di sana apabila tidak segera menyelesaikan pembayaran pembelian tanah.
“Kalau tidak mau saya minta dibongkar saja, saya punya hak karena itu tanah milik saya,â€ancamnya.
Sementara itu, wartawan suarabanyuurip.com belum mendapatkan keterangan resmi dari EMCL. Serta masih berupaya melakukan klarifikasi.(edp)