Bima Dimakamkan di Samping Neneknya

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Jenazah Bima Saputra Lugianto, (10), salah satu korban kecelakaan maut rombongan jamaah pengajian Desa Dander, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, di ruas Tol Jangli, Semarang, Jawa Tengah, tiba di rumah duka, Sabtu (21/2/2014), sekira pukul 12.00 WIB.

Jenazah Bima dipulangkan dari rumah sakit Semarang menggunakan ambulan bersama jenazah lainnya. Isak tangis keluarga menyambut kedatangan jenazah Bima ketika warga membawa peti mati ke rumah duka. 

“Bima itu anaknya lucu dan penurut,” kata Ida salah satu tetangga Bima kepada suarabanyuurip.com.

Bima adalah pelajar kelas IV SDN 1 Dander. Sosok almarhum yang bercita-cita menjadi pilot itu dikenal kawan dan tetangganya adalah anak pendiam dan lucu. Almarhum berangkat bersama neneknya, Maryati (50), ke Habib Lutfi, Pekalongan, untuk berobat karena menderita sesak nafas.

Namun takdir berkata lain. Bus Sang Engon yang ditumpanginya terbalik di jalan tanjakan menikung tol Jangli pada Jum’at (20/2/2014) sore kemarin. Bima menghembuskan nafas terakhir di lokasi kejadian bersama neneknya, Maryati.

Baca Juga :   Mantan Jurnalis, Jadi Humas PN Bojonegoro

Saat ini jenazah telah dimakamkan bersamaan dengan neneknya di tempat pemakaman umum (TPU) desa setempat dengan diiringi keluarga dan tetangga. Teman-teman sekolah dan guru Bima juga turut mengantarkan sampai ke pemakaman. Bima dimakamkan di samping neneknya.(rien)     

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *