Warga Medalem Hidup dalam Ketakutan

SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno

Blora – Rasa cemas akibat derasnya arus Sungai Bengawan Solo pada musim penghujan sudah menjadi kawan karib warga Desa Medalem, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Mereka saban hari selalu menerjang arus sungai yang membelah Pulau Jawa itu dengan perahu tradisional untuk bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Pasalnya, sebagian besar mata pencaharian warga Medalem berada di wilayah seberang sungai, yakni di Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur.

Sundari (45), warga Dusun Jambi, Desa medalem, mengaku, setiap pagi harus menyeberangi Bengawan solo untuk sampai di sawahnya yang berada di Kecamatan Ngraho. 

“Saya setiap hari berangkat pagi dan pulang petang untuk memenuhi kebutuhan ekonomi” kata Sundari kepada suarabanyuurip.com, Minggu (22/2/2015).

Dirinya mengaku sering was-was setiap kali menyeberangi sungai bengawan solo. Apalagi musim hujan seperti ini membuat arus Sungai Bengawan Solo semakin Deras.

“Ya takut mas, tapi mau gimana lagi,” ucap Sundari.  

Karena itu, perasaan takutnya dikubur dalam-dalam. Pun demikian resiko keselamatan yang mengintainya tiap hari tak lagi dia pedulikan. Karena hanya dengan perahu tradisional itulah satu-satunya alat transportasi yang mengantarkan dirinya dan warga lainnya untuk mencapai daerah seberang dengan cepat. 

Baca Juga :   Terlibat Kecelakaan, Kades Ring 1 Migas Blok Cepu Luka-luka

“Musim hujan seperti ini rasanya was-was saja takut terbawa arus yang deras. Kalau mau muter ya puluhan kilo baru bisa sampai di Kecamatan Ngraho,” ujar Sundari, mengungkapkan.

Senada juga diungkapkan Juhartono, warga Ngidung, Kecamatan Ngraho, yang setiap harinya jualan di pasar Kradenan. Dia dan warga lainnya berharap ada jembatan layang di atas Sungai Bengawan Solo sebagai penghubung dua provinsi tersebut.

“Saya dan warga lainya sebenarnya sangat berharap ada jembatan penyebrangan untuk mempermudah dan memperlancar perekonomian warga pinggiran seperti kami ini,” harapnya.

Juhartono menambahkan, dengan adanya jembatan penghubung antar dua wilayah, sektor perekonomian akan semakin maju.

Sementara itu, Kepala Desa Medalem Kecamatan Kradenan, Anik Juarti, mengaku, telah mengupayakan adanya pembangunan jembatan tersebut. “Namun sampai sekarang belum ada jawaban,” katanya

Karena begitu pentingnya akses tersebut, Anik berharap agar dua kecamatan yang berbeda itu bertemu dan bisa mewujudkan keinginan warga untuk mempermudah akses perekonomian.

“Sebab sudah lama warga menginginkan akses jembatan itu dibangun,” pungkasnya.(ams)

Baca Juga :   79 Kasus Perceraian Akibat Judi Online di Bojonegoro

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *