SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Bus pengangkut tenaga kerja (Naker) proyek minyak Banyuurip, Blok Cepu, nyaris terguling di jalan poros Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, pada Minggu (22/2/2015) malam. Gara-garanya menghindari pengendara motor dari arah berlawanan karena sempitnya jalan desa.
Informasi yang diperoleh, peristiwa itu terjadi ketika bus bernopol S 7128 E usai mengantarkan pekerja proyek rekayasa, pengadaan dan konstruksi (Engineering, Procurement and Constructions/EPC) – 5 Banyuurip yang kos di Desa Mojodelik.
Saat sampai di lokasi kejadian, bus berusaha menepi menghindari pengendara motor dari arah berlawanan di tikungan jalan, tepatnya di Dusun Dawung. Karena terlalu minggir ditambah kondisi jalan licin, bus keluar kastin jalan hingga terperosk dan nyaris terguling. Beruntung tak ada korban dalam insiden tersebut.
“Kejadiannya, minggu malam sekitar jam 22.30 WIB. Saat bus balik dari ngantar pulang naker. Kemunkinan belok kebablasen langsung terjebur keluar kastin jalan,” kata warga Mojodelik, Sucipto kepada suarabanyuurip.com, Senin (23/2/2015).
Kepala Dusun (Kasun) Dawung, Desa Mojodelik, Hasim, membenarkan jika ada bus milik PT Hutama Karya (HK), kontraktir pelaksana proyek EPC-5, terperosok di jelan desa setelah mengantarkan pulang naker juma malam tersebut.
Ditambahkan, proses evakuasi telah dilakukan sejak tadi malam hingga siang tadi. Akibatnya arus lalu lintas terhambat karena pengendara harus bergantian jika melintas di lokasi kejadian.
“Seitar jam 13.30 WIB tadi bus baru berhasil dievakuasi, Mas. Sekarang kondisi jalan sudah kembali lancar,” imbuhnya.
“Laporannya kebagian kendaraan, Mas. Saya tidak tau,” ungkap humas PT HK, Tony saat di konfirmasi kejelasan terkait dengan bus yang terperosok di jalan poros Desa Mojodelik tersebut. (sam)