SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro- Sebagian jalan menuju Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur yang rusak hanya ditambal menggunakan urugan pedel. Hal itu bisa ditemukan di Desa Katur di wilayah kecamatan setempat.
Sejumlah warga sekitar dan pengguna jalan mengatakan, ditambalnya jalan terpaksa dilakukan karena tidak kunjung mendapat perhatian. Sementara risiko terjadinya kecelakaan terhadap pengguna jalan cukup besar.
“Sebelumnya hanya dikasih batu sebagai bentuk peringatan, agar pengguna jalan tidak melewati jalan berlubang itu,” kata Solikin, Selasa (23/2/2015).
Dia mengungkapkan, belakangan warga kerap mengeluhkan rusaknya jalan sepanjang 8 Km tersebut. Apalagi jalan ini menghubungkan antara pertigaan Clangap dengan Kecamatan Gayam itu.
Jalan tersebut masih terbilang cukup padat oleh aktivitas pengguna jalan. Baik dari warga biasa maupun para pekerja proyek Lapangan Banyuurip, Blok Cepu. Kerusakan terjadi mulai Desa Katur hingga Dusun Gledekan, Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam.
“Apalagi sejak turunnya hujan, lubang jalan makin banyak karena sebelumnya hanya ditambal sulam,” imbuhnya.
Kondisinya cukup membayakan bagi setiap pengguna jalan. Apalagi sistem drainase, dan lampu penerangan juga belum ada.
Ahmad, penghuna jalan lain mengaku, kaget dengan rusaknya jalan yang terjadi di sekitar wilayah Kecamatan Gayam. Dia mempertanyakan lantaran di tengah perputaran uang proyek migas, dan bertambahnya anggaran untuk Pemkab Bojonegoro tapi tak memperhatikan kondisi Gayam.
Dia meminta Dinas Pekerjaan Umum Bojonegoro segera mengambil langkah nyata. “Kasihan warga sekitar sini,” ujar warga Desa Ngraho ini.(roz)