Lahan Pertanian Sukowati Diserang Tikus

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Petani di Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur mengeluhkan hasil pertanian yang kurang maksimal. Hal ini dikarenakan banyaknya hama yang menyerang tanaman, seperti hama tikus.

Salah satu petani setempat, Pamuji, mengatakan, hama tikus selama ini sulit dicegah karena jumlahnya sangat banyak terutama mendekati waktu panen. “Salah satu cara membasminya ya dengan gropoyokan,” lanjutnya kepada Suarabanyuurip.com, Selasa (24/2/2015).

Berbagai cara sudah ditempuh untuk membasmi hama tikus, namun tampaknya masih kurang maksimal. Apabila terus menerus terjadi bisa mengakibatkan kerugian akibat gagal panen.

Sementara itu, data dari Dinas Pertanian Bojonegoro menyebut, lahan yang ditanami padi di musim penghujan awal tahun ini kurang lebih 500 hektare (ha). Tanaman itu tersebar di beberapa kecamatan di Bojonegoro. Namun, karena banyaknya hama tikus yang menyerang, sebanyak 175 ha tanaman padi mengalami kerusakan, dan terancam gagal panen.

“Betul, hama tikus saat ini sedang menyerang tanaman padi di beberapa kecamatan, sementara data yang masuk 175 hektare yang rusak diserang hama tikus,” ungkap Kepala Disperta Bojonegoro, Ahmad Djupari.

Baca Juga :   Banjir Bikin Petani Lamongan Rugi Rp 1 Miliar

Lahan 175 hektare tanaman padi yang rusak itu tersebar dibeberapa kecamatan. Diantaranya, Kecamatan Kanor seluas 22 ha, Kapas 42 ha, Balen 75 ha, Sumberejo 2 ha, Kepohbaru 20 ha, Bojonegoro 9 ha, dan Kecamatan Kalitidu seluas 5 ha.

“Seperti pada tahun sebelumnya, pada saat tanam kedua khususnya di musim penghujan pasti hama tikus selalu menyerang,” katanya.

Menurut Djupari, banyaknya tikus di musim penghujan tersebut karena pada saat musim kemarau tikus tersebut sedang berkembang biak disarangnya. Sedangkan pada saat musim penghujan seperti saat ini anak-ananknya sudah mulai besar, dan mulai mencari makanan.

“Tikus yang merusak tanaman itu rata-rata masih kecil,” pungkasnya. (rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *