SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Harga beras di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, mengalami kenaikan sejak satu minggu terakhir. Padahal saat ini petani di sejumlah kecamatan sudah mulai memasuki masa panen.
Kenaikan beras di musim panen selama ini jarang terjadi. Biasanya harga beras justru ikut terjun bebas menyusul banyaknya pasokan yang melimpah dari petani.
Efek dari kenaikan bahan makanan pokok ini tentu sangat berpengaruh bagi masyarakat meskipun tidak terlalu besar. Berbeda apabila kenaikan terjadi di komoditas pangan yang lain.
“Meski naiknya sedikit, kalau itu beras ya sangat berpengaruh karena makanan utama,” jelas Sumartik, salah satu Ibu rumah tangga kepada suarabanyuurip.com, Selasa (24/2/2015).
Salah satu distributor beras, Kairan (52), yang biasa memberi stok di Pasar Baru Tuban, membenarkan kenaikan harga terjadi sejak satu minggu terakhir.
“Rata-rata sejak beberapa hari ini sudah mengalami kenaikan sekitar seribu rupiah untuk semua jenis beras,” timpal Kairan dikonfirmasi terpisah.
Dia mencontohkan, harga beras untuk kualitas bagus mencapai Rp11.500 per kilogram. Padahal seminggu yang lalu, beras tersebut masih seharga Rp9.500 sampai Rp10.000 per kilogramnya.
Sementara untuk harga kualitas biasa, sekarang sudah mencapai Rp9.000 per kilogram.
Mahalnya harga beras, diperkirakan karena menurunnya produksi padi yang dihasilkan petani akibat banyaknya lahan pertanian yang terendam banjir dan sempat terserang hama wereng.(edp)