SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Terlantarnya tenaga kerja (Naker) proyek minyak Banyuurip, Blok Cepu, akibat ditutupnya pintu masuk lokasi proyek oleh kontraktor pelaksana Engineering, Procurement and Construcion (EPC) pada Selasa (24/2/2015) pagi tadi, berimbas pada menurunya omset penyedia jasa parkir yang dikelola Karang Taruna Dusun Puduk, Desa Brabowan, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
Salah satu penyedia jasa parkir, Sukiran, mengaku, dengan adanya penutupan pintu masuk lokasi proyek menjadikan ratusan naker tidak bisa masuk kerja. Karena mereka harus kembali pulang dan mengambil kendaraannya yang sudah terlanjur diparkirkan.
“Kami tidak tega mau nerima uang pemberian mereka. Karena mereka hari ini tak jadi kerja,†ujar nya kepada suarabanyuurip.com
Akibat kejadian ini pendapatan yang diperoleh jasa parkir menurun hingga 50 persen. Sukiran menjelaskan, selama membuka jasa parkir tak pernah mematok nominal uang yang harus diberikan oleh naker yang telah memakir sepedanya.
“Berapapun nilai uang yang diberikan tetap saya terima. Turunya omset yang saya dapat, semisal hari kemarin mendapatkan Rp150.000 hari ini tinggal Rp80.000,” jelas warga Desa Ngraho, Kecamatan Gayam, Bojonegoro.
“Ya kasihan lah naker yang tidak bisa masuk kerja. Tapi, saya tidak bisa menyalahkan siapapun, namun saya berharap permasalahan ini tidak akan terjadi kembali. Agar semua bisa berjalan lancar seperti biasanya,” sambung Mira warga lain. (sam)