SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Menjelang panen raya padi di wilayah Kabupaten Tuban, Jawa Timur,  Pemkab setempat meminta petani untuk memanfaatkan resi gudang sebagai penyimpan hasil panen.
Kabag Humas dan Media Pemkab Tuban, Teguh Setyobudi, Rabu (25/2/2015), mengatakan, kalau keberadaan resi gudang diperuntukkan untuk menyimpan hasil panen sementara waktu.
“Biasanya ketika panen bersama harga gabah akan anjlok, sehingga lebih baik petani menyimpan dulu hasil panennya di resi gudang,” jelas Teguh.
Anjloknya harga gabah karena stok gabah akan melimpah ketika panen. Menjadikan mudah sekali ditemui di pasaran. Selain itu juga karena peluang ini kerap dimanfaatkan para tengkulak untuk ikut memainkan harga.
Hal ini cukup merugikan petani, karena setiap panen mereka tidak dapat menjual padi dengan harga layak. Tidak sesuai dengan modal tanam yang mesti mereka keluarkan sebelumnya.
“Makanya kami meminta kepada petani untuk tidak melepas semua hasil panen, karena apabila semua hasil panen dilepas hukum ekonomi juga akan berlaku,” jelasnya.
Apabila harga tidak stabil, petani akan tetap dirugikan. Meskipun sebenarnya produktivitas petani dari tahun ketahun terus meningkat.
Pemkab Tuban sendiri membangun resi gudang sejak tahun 2011 lalu. Salah satunya adalah gudang yang berada di Desa Gesing, Kecamatan Semanding dengan kapasitas sekitar 2.500 ton.
“Keberadaan gudang ini sendiri belum begitu maksimal, karena petani banyak yang langsung menjual gabah secara langsung ketika panen,” tandasnya. (edp)