SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Pelatihan pembuatan obat berbahan baku kelapa oleh Universitas Airlangga (Unar) mendapat apresiasi warga ring satu Lapangan Minya Banyuurip, Blok Cepu di wilayah Kecataman Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Menurut mereka, dengan pelatihan ini akan meningkatkan keterampilan warga di bidang kesehatan.
“Ini sangat bermanfaat. Apalagi bahan baku dan cara pembuatannya mudah,” kata Rakip Jayanto, warga Dusun Kaliglonggong, Desa Gayam, kepada suarabanyuurip.com, Kamis (26/2/2016).
Menurut dia, pelatihan yang diberikan kepada anggota KSU Lima Dua KaTe, binaan LSM Lembaga Informasi dan Komunikasi Masyarakat Banyuurip Bangkit (Lima 2B) ini bisa dikembangkan sehingga dapat memberikan tambahan kepada koperasi.
“Ini merupakan tambahan ilmu dan pengalaman baru bagi,” tegas Rakib.
Anggota KSU Lima Dua KaTe, Jumiran, mengaku senang telah mendapatkan pelatihan ini. Karena, selain dapat digunakan obat, limbah dari buah kelapa bisa dimanfaatkan untuk bahan kerajinan.
“Sesuai penjelasan Pak Tokok dari Unair, sabutnya (kulit kelapa) bisa untuk dibuat jok mobil, serbuknya untuk media tanam, tempurungnya untuk Alat Tulis Kantor (ATK) dan lain sebagainya,” sambung Jumiran.
“Apalagi pelatihan yang diberikan kepada kami ini gratis. Jadi kami merasa beruntung sekali ada teman-teman mahasiswa Uniar yang mau ngajari,” aku Jumiran.
Sebagaiman diketahui, manfaat VCO dari bahan baku kelapa ini sangat banyak. Karena bisa mengobati beragam penyakit khususnya penyakit yang disebabkan oleh virus seperti flu, diabetes dan penyakit lainya. Sedangkan aturan minumnya yang lebih efektif dilakukan tiga kali sehari.
“Sebenarnya produk ini sudah berjalan lebih dari satu tahun. Untuk pemasarannya saat ini masih terbatas, dan mudah-mudahan pelatihan yang kami berikan ini kedepan dapat bermanfaat bagi warga sekitar. Utamanya bagi KSU Lima Dua KaTe,” sambung Budi, Dosen Unair disela acara pelatihan.(sam/un)