SuaraBanyuurip.com -Â Â Totok Martono
Lamongan- Naiknya harga Pertamax sebesar Rp50 per liter tidak berdampak pada turunnya minat masyarakat untuk membeli bahan bakar non subsidi tersebut. Sejak seminggu ini harga Pertamax di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Lamongan, Jawa Timur naik dari Rp8450 perliter menjadi Rp8500.
Namun kenaikan tersebut tidak membuat para konsumen beralih ke premium. “Ndak ada dampak kenaikan harga Pertamax mas. Malah banyak kendaraan yang beralih membeli pertamax,” kata pengawas SPBU Babat, Ridwan kepadasuarabanyuurip.com, Kamis (26/2/2015).
Dalam sehari rata-rata penjualan Pertamax di SPBU yang berlokasi di depan Pasar Agrobis Babat itu terjual seribu liter.
Tingginya animo masyarakat membeli Pertamax, menurut Ridwan, karena selisih harganya yang tipis dengan premium dan jaminan kualitas bahan bakar yang lebih bagus. Yang paling utama saat ini stok pertamax tidak pernah kosong karena pendistribusian Pertamax dari Surabaya berjalan normal.
“Sejak diberitakan media seringnya Pertamax kosong karena distribusinya yang tidak menentu, saat ini pengiriman Pertamax selalu lancar. Setiap minggu dikirim 8 ribu liter pertamax,“ ujarnya Ridwan.
Penjualan Pertamax di sejumlah SPBU lainnya di Lamongan juga mengalami kenaikan. Pendistribusian dari Surabaya juga berjalan normal. Rata-rata setiap SPBU mendapat pengiriman SPBU satu rit seminggu.
“Meski masih didominasi premium namun penjualan pertamax banyak peningkatan mas. Apalagi pengirimannya juga lancar,“ timpal Operator SPBU Turi yang enggan menyebutkan namanya. (tok)