SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro -Â Sebanyak 40 warga ring 1 Lapangan Minyak Banyuurip, Blok Cepu, di Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mendapat pelatihan membuat obat kesehatan berbahan baku buah kelapa. Puluhan warga tersebaut adalah anggota Koperasi Serba Usaha (KSU) Lima Dua KaTe binaan Lembaga Swadaya Masyarakat Informasi dan Komunikasi Masyarakat Banyuurip Bangkit (LSM Lima 2B).
Pelatihan yang dilaksanakan di rumah Mujiono, salah satu warga Dusun Templokorejo, Desa Gayam, Rabu (25/2/2015) malam, itu di dampingi Universitas Airlangga (Unair).
Tim pendamping dari Universitas Airlangga (Unair), Tokok, mengatakan, proses pembuatan obat kesehatan dengan bahan baku buah kelapa yang diberikan ini prosesnya mudah sehingga dipastikan cepat dipahami warga. Salah satunya adalah proses pembuatan virgin coconate oil (VCO).
Tokok menerangkan, dalam proses ini pertama yang dilakukan memisahkan tempurung setelah idaging kelapa dipasah. Selanjutnya diperas daging kelapa yang sudah dipasah sampai terkumpul air santan. Kemudian dituangkan air santan kedalam panci beberapa saat hingga air dan kanel memisah.
Setelah itu, lanjut Takok, proses akhir untuk menjdikan VCO adalah mengambil air santan yang sudah menggental sebanyak satu liter dan tambahkan minyak VCO. Untuk memancingnya disiapkan ukuran setiap 1 liter santan gunakan 0,3 liter CVO saja.
“Insya Allah, obat dari bahan buah Kelapa yang kami latihkan ini, jika sudah jadi obat diperkirakan akan bisa bertahan tiga sampai empat tahun,” kata Tokok saat memberikan pejelasan kepada peserta pelatihan.
Dia menjelaskan, banyak macam manfaat dan kegunaan dari buah kelapa. Di antaranya adalah, sabutnya dapat digunakan sebagai jok mobil dan kerajinan, serbuk untuk media tanam, tempurungnya untuk Alat Tulis Kantor (ATK) contoh bariket, asap cairnya bisa dibuat pegawetan ikan, airnya untuk nata de coco dan kecap.
“Sedangkan dagingnya, untuk minyak blondo dan ampas,” ucapnya.
Salah anggota KSU Lima Dua KaTe, Jumiran, berharap, dengan adanya pelatihan pembuatan obat dari buah kelapa ini bisa semakin meningkatkan ilmu warga sekitar. Utamanya adalah anggota KSU Lima Dua KaTe.
“Semoga kedepan keterampilan anggota KSU Lima Dua KaTe bisa semakin meningkat. Selain pengalaman di bidang bisnis Jamur Tiram, juga bidang kesehatan. Sehingga bisa memberikan pemasukan bagi koperasi,” sambung Jumiran.(sam/un)