SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Komando Distrik Militer (Kodim) 0813, Bojonegoro, Jawa-Timur menggelar tes tingkat dasar bela diri militer (BDM) Yong Moodo bagi personil jajarannya di aula setempat beberapa waktu lalu. Ujian ini dilaksanakan bersama dengan satuan Bapras, Minvet dan Denpom untuk menindak lanjuti kebijakan pimpinan Angkatan Darat (AD) di bidang latihan dan penyuksesan program BDM Yong Moodo.
Kegiatan itu dalam pelaksanaanya di bawah bimbingan dan Pengawasan Pelatih dari Surabaya Sertu Marsudianto, Serda Kukuh dari Kabupaten Tuban. Dipilihnya mereka karena memiliki kualifikasi Dan I Bela Diri Yong Moodo.
Komandan Kodim (Dandim) 0813 Bojonegoro, Letkol Arh Sjahrir Rijadi, mengatakan, Seni Bela Diri Yong Moodo, memerlukan latihan yang kekal dan dilatihkan sedemikian rupa. Guna memperkecil resiko dalam latihan yang fatal, untuk itu ujian tingkatan ini untuk mengetaahui sampai di mana tingkatan kemahiran dalam penyerapan yang telah dilatihkan selama ini.
“Bagi pemula, perlu adanya pengawasan dan pelatihan secara bertahap, bertingkat dan berlanjut,” jelas orang nomor satu dijajaran Kodim 0813 tersebut.
Sejarah Bela Diri Yong Moodo, kata Sjahrir Rijadi, berasal dari Negara Korea yang telah di kembangkan dan dikombinasikan dengan BDMÂ di Indonesia. Istilah Yong Moodo berasal dari kata Hankindo yang berarti pertahanan diri. “Dikembangkan di Korea tahun 1976, kemudian di ganti nama dengan Komodo akhirnya menjadi nama Yong Moodo.
Ditambahkan, seni bela diri Yong Moodo memerlukan instruksi – instruksi dan praktek langsung dari seorang guru atau instruktur agar hal – hal yang tidak diinginkan tidak terjadi. Berlatih Yong Moodo dimulai dari pemanasan agar badan tubuh siap menerima materi – materi yang di latihkan, dan bagian yang terpenting yang harus dilatih tiap hari yaitu emosi dan Psikologi manusia.
“Kita ingin menjadikan Beladiri Yong Moodo ini sebagai salah satu identitas kita, sehingga masyarakat luas bisa tertarik untuk ikut mempelajarinya,” imbuhnya.(sam)