SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Kepala desa (Kades) sekitar Ladang Migas Banyuurip berencana mendatangi kontraktor pelaksana proyek Engineering Procurement and Construction (EPC)-1 dan 5 Banyuurip, Blok Cepu di wilayah Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa-Timur. Tujuannya untuk berkoordinasi tentang surplus (pengurangan) tenaga kerja (Naker) proyek Blok Cepu menjelang rampungnya proyek EPC.
Ketua Paguyuban Kades se-Kecamatan Gayam, Sukono, mengatakan, para kades menemui kontraktor pelaksana proyek EPC-1 dan 5, yakni PT Tripatra – Samusng dan PT Hutama Karya – Rekayasa Industri (HK-Rekind) untuk melakukan musyawarah pengurangan naker. Utamannya naker lokal yang berasal dari warga desa sekitar proyek.
“Salah satu usulan yang akan kami sampaikan adalah agar pengurangan lebih dilakukan untuk naker dari luar daerah dulu. Untuk yang dari warga lokal sementara dipertahankan,” kata Sukono kepada suarabanyuurip.com, Senin (2/3/2015).
Sukono menjelaskan, upaya koordinasi ini dilakukan untuk mengantisipasi munculnya gejolak sosial masyarakat sekitar. Namun demikian, di sisi lain pihaknya juga tidak mempermasalahkan jika naker lokal yang kerjanya tidak baik untuk dikurangi.
“Bukan lantas kami tidak memperbolehkan naker lokal dikurangi. Silahkan saja terutama bagi naker lokal yang punya rapot merah dikurangi. Tapi, saya minta bagi naker lokal yang rapotnya baik jangan dan perlu dipertahankan hingga proyek yang dikerjakan selesai,” terang pria yang juga Kades Katur tersebut.
Ditambahan, selain berkoordinasi, pihaknya juga akan mengecek keberadaan naker proyek yang masih bekerja. Tujuannya, untuk mengetahui apakah keahlihan naker lokal sama dengan naker luar desa maupun daerah. Jika keahlihan yang dimiliki sama, maka bisa dijadikan pertimbangan bagi kontraktor EPC maupun subkontraktornya.Â
“Kita masih menentukan jadwalnya. Sebab masih dilakukan perundingan dengan teman-teman Kades yang tergabung di Paguyuban,” pungkas Sunoko.(sam) Â