SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro –  Field Manajer Pertamina EP Asset IV, Wresniwiro, menyampaikan beragam permasalahan di sumur minyak tua di wilayah Bojonegoro, Jawa Timur.‬ Hal itu disampaikan pada rapat koordinasi terkait mekanisme dan jadwal evaluasi penanganan dan pengelolaan sumur tua di Rumah Dinas Bupati Bojonegoro, Selasa (3/3/2015) malam,
Di antara masalah yang disampaikan adalah tentang banyaknya warga sekitar sumur tua yang berkeinginan ikut serta dalam memproduksikan migas.
“Selain itu sumur-sumur yang berada di lapangan Wonocolo, Beji, dan Dandangilo hasil produksinya tidak semuanya dikirim ke Pertamina Asset IV Field Cepu dan HSE,” tegasnya.
Wresniwiro menjabarkan, di Jawa Timur, terdapat resume kasus penjarahan sumur tua yang berdampak pada pengurangan potensi pendapatan produksi migas, bahaya terhadap jiwa, dan resiko pencemaran lingkungan.
Wresniwiro menyatakan, upaya-upaya selama ini dilakukan dengan sosialisasi dan rapat koordinasi (Rakor) dengan penambang yang dilakukan tiga bulanan, kerjasama dengan TNI untuk melakukan pengumpulan data, verifikasi, dan evaluasi, pelaporan kepada pihak kepolisian, dan melayangkan surat teguran kepada koperasi unit desa (KUD).
“Tapi kami tidak berani turun langsung ke lapangan, bapak-bapak mungkin sudah tahu penyebabnya. Saya tidak berani berbuat baik di tempat orang yang tidak baik. Saya tidak mau dibunuh pak,” tutup Wiro.(rien)