170 Pemuda Bojonegoro dapat Sertifikat Migas

SuaraBanyuurip.comAhmad Sampurno

Blora – Sebanyak 175 pemuda Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, telah selesai mengikuti pelatihan sertifikasi Migas di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas (Pusdiklat Migas) Cepu Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Ratusan pemuda itu telah memperoleh pelatihan sertifikasi migas, bidang Scaffolding Tingkat Operator, Operator Pesawat Angkat Juru Ikat Beban (Rigger), Operator Pesawat Angkat Unit Crane Mobil dan Pipe fitter.

Pelatihan itu merupakan tanggungjawab sosial operator unitisasi Gas Lapangan Jambaran – Tiung Biru (J-TB), Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu bekerjasama dengan Disnakertransos Bojonegoro dan Pusdiklat Migas Cepu.

Namun dari jumlah tersebut terdapat lima orang yang harus diberhentikan lantaran melakukan pelanggaran (Indisipliner). Para peserta yang lulus memperoleh sertifikat yang dikeluarkan Pusdiklat Migas Cepu.

Itu diketahui dari laporan yang dibacakan oleh, Ir. Henk Subekti sebagai penanggung jawab pelaksana pelatihan sertifikasi dari Pusdiklat Migas Cepu,  di Aula Pertemuan Pusdiklat Migas Cepu pada saat penutupan pelatihan, Rabu (4/3/2014) kemarin.

“Masing-masing untuk memberikan bekal kepada para peserta tentang teori praktis dan dasar-dasarnya dari masing-masing pelatihan untuk memenuhi kompetensi kerja di lingkungan industri migas,” kata Henk Subekti.

Baca Juga :   Gasuma Diminta Serius Tangani Lingkungan

Sementra itu, Staf Ahli Staf Ahli Menteri ESDM Bidang Komunikasi dan Sosial Kemasyarakatan, Ronggo Kuncahyo, yang hadir pada kesempatan itu berharap, para peserta untuk bisa mengaplikasikan ilmu yang telah didapatkan selama pelatihan.

“Selain itu, bisa muncul generasimuda yang santun, cerdas, inspiratif dan berprestasi,” kata Ronggo saat menyampaikan sambutan.

Dia menambahkan, seharusnya perusahaan yang berada disektor Migas bisa memberikan tanggung jawab sosialnya untuk mengembangkan pendidikan bukan hanya di sektor migas saja. “Tapi juga di sektor-sektor lain. Dalam perannya di masyarakat untuk mengelola seumber daya alam yang ada,” ujar Ronggo, menjelaskan.

Supangat, salah satu peserta pelatihan, berharap ada arahan dari PEPC untuk mendapatkan pekerjaan sesuai dengan keahlian.(ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *