SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahrga (Disdikpora) Tuban, Jawa Timur, menyatakan tidak sanggup melaksanakan Ujian Nasional (Unas) secara online. Meskipun Unas Online rencananya akan diberlakukan Kementerian Pendidikann dan Kebudayaan untuk tahun 2015 ini.
Kepala Disdikpora Tuban, Sutrisno, mengatakan, kalau ketidaksanggupan Kabupaten Tuban terkendala peralatan. Jumlah siswa yang ada di Tuban lebih banyak daripada peralatan yang dimiliki.
“Keterbatasan peralatan yang membuat kita tidak sanggup melaksanakan Unas online ini,â€jelas Sutrisno dikonfirmasi melalui ponselnya, Kamis (5/3/2015).
Sebenarnya sekolah di Tuban, seperti SMK Negeri 1 Tuban masuk sebagai Pilot Project Unas Online. Dari 132 sekolah lain yang ada di Jawa Timur. “Jumlah peralatan di SMK ini sekitar 125 unit komputer yang bisa digunakan untuk Computer Based Test atau CBT, tetapi jumlah peserta di SMK ini mencapai 665 siswa,†ujar Sutrisno, mengungkapkan.
Disdikpora, kata Sutrisno, tidak berani mengambil resiko karena tidak bisa menyiapkannya dengan maksimal. Karena itu pihaknya lebih memilih untuk tidak menggunakan sistem baru  tersebut.
“Karena ini Unas, kita tidak berani memaksakan karena memang belum siap,†tegasnya.
Unas sendiri, rencananya akan dilakukan pada 13 sampai 15 April 2015 mendatang. Rencananya akan diikuti sekitar 10.692 siswa dari SMA, MA, dan SMK.
 Sementara itu, Kasi Kurikulum, Disdikpora Tuban, Dra. Heny Indiana, menjelaskan, dalam pelaksanaan ujian yang akan berlangsung tanggal 13 sampai 15 April, 2015 mendatang, akan diikuti sebanyak 3.562 jumlah peserta untuk (SMA). Rinciannya, 2. 699 untuk peserta  (MA), dan untuk peserta (SMK) tercatat sebanyak 4.431.
“Persiapan unas ini, dari kabupaten sudah melaksanakan satu kali tri out. Unuk tri out selanjutnya akan dilaksanakan masing masing sekolah tergantung dengan anggaran di masing masing sekolah yang ada,†pungkas Heny.(edp)