SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan- Banjir akibat luapan Bengawan Jero yang tiga tahun terakhir ini menjadi momok warga di Kecamatan Deket, Glagah, Karangbinangun dan Kalitengah, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, kini teratasi. Hal itu setelah pemerintah kabupaten (Pemkab) setempat membangun pompa air di kawasan Sluis Kuro.
Untuk mempercepat pembuangan banjir, sejak tahun 2012 lalu, pemkab setempat sudah merencanakan pengadaan pompa banjir di kawasan Sluis Kuro. Karena posisi Bengawan Jero seperti baskom, sementara Sungai Bengawan Solo sebagai saluran pembuangan posisinya lebih tinggi. Solusinya adalah dengan menggunakan pompa banjir.
 Sebelum adanya pompa banjir tersebut, banjir di kawasan Bengawan Jero bisa berlangsung hingga berbulan-bulan.
Seperti dituturkan Muniroh (49), warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Deket. Ia mengungkapkan, sebelum adanya pompa banjir, perumahan di desanya rutin tergenang hingga setinggi lutut orang dewasa.
“Beberapa tahun ini meski hujan terus, tapi air belum pernah masuk sampai rumah. Kondisi aman ini sudah berlangsung agak lama, kira-kira sejak ada pompa (banjir) di Kuro, “ ujarnya kepada suarabanyuurip.com, Senin (9/3/2015).
 Di Sluis Kuro, saat ini sudah ada tujuh pompa banjir dengan kapasitas total 4.000 liter perdetik. Terdiri dari dua unit pompa berkapasitas masing-masing 250 liter perdetik, 3 unit berkapasitas masing-masing 500 liter perdetik dan 2 unit lainnya berkapasitas masing-masing 1.000 liter perdetik.
Dua unit pompa dengan kapasitas masing-masing 1.000 liter perdetik itu berbentuk mobile yang setiap saat bisa dibawa ke lokasi lain yang membutuhkan. Seperti beberapa waktu lalu digunakan di Kecamatan Babat dan Kalitengah.(tok)