SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Sejumlah petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) Tuban, Jawa Timur yang biasa berjaga di Terminal Kambang Putih terkesan melakukan Pungutan Liar (Pungli) kepada sejumlah bus yang melintas di lokasi setempat.
Pantauan di lokasi, setiap ada bus yang datang baik dari arah Semarang ataupun Surabaya banyak yang tidak sampai masuk ke dalam terminal. Hal ini menjadikan kondisi di dalam terminal semakin sepi.
Ketika bus tidak masuk terminal, banyak dari kondektur bus yang langsung memberikan uang begitu saja kepada petugas Dishub. Bahkan ada yang seperti dilempar begitu saja.
“Saya tidak melihat ada karcis yang diberikan kepada bus, jadi terkesan seperti Pungli,” jelas Mutohar (27) salah satu warga yang kerap melihat praktik ini, Senin (9/3/2015).
Setelah memberikan uang kepada petugas kendaraan langsung melanjutkan perjalanan tanpa perlu masuk ke terminal. Sementara kondisi di dalam terminal semakin sepi. Penumpang pun lebih memilih menunggu di luar.
“Di dalam sepi, mending nunggu di depan saja,” jelasnya.
Kepala Dishub Tuban, Faraith, ketika dikonfirmasi menolak kalau keberadaan petugas di depan terminal merupakan praktik Pungli.
“Itu sudah sepengetahuan dari kepala terminal,” kata Faraith.
Faraith menjelaskan uang yang ada semua masukndi pendapatan terminal. Dimana target pendapatan daerah untuk terminal Tuban ditargetkan mencapai 190,3 juta rupiah pertahun.
“Semuanya masuk PAD,” jelas Faraith. (edp)