Pengangguran Picu Gejolak Sosial di KDK

SuaraBanyuurip.comAthok Moch Nur Rozaqy

Bojonegoro- Larangan penambang pasir mekanik dinilai berdampak pada kondisi perekonomian warga Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Kepala Desa Sukoharjo, Dwi Setyono mengungkapkan sejak pelarangan tersebut warga banyak mengeluhkan menjadi pengangguran.  “Bisa jadi itu merupakan faktor terjadinya gejolak dari warga, banyak laporan yang masuk kesaya,”ujarnya kepada suarabanyuurip.com, Senin (9/3/2015) kemarin.

Sedangkan dari sektor pertanian, saat ini belum memasuki waktu panen. Sehingga dimungkinkan kondisi perekonomian warga memang dalam keadaan sulit.

Selain itu diduga ada motif semacam balas dendam. Sebab sejumlah warga pernah mengalami penolakan disaat berupaya ikut bekerja di proyek Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, di Kecamatan Gayam.

“Seolah – olah keadaannya memang seperti itu,” imbuhnya.

Ali Syafaat, tokoh pemuda desa setempat mengungkapkan, pemicu gejolak lebih dikarenakan adanya kecemburuan sosial lantaran warga sekitar masih minim dilibatkan. Baik dalam bentuk peluang proyek maupun tenaga kerja. Padahal jenis tenaga kerja yang dipekerjakan termasuk tenaga kasar yang warga sekitar merasa mampu.

Baca Juga :   Komunitas Oi Bojonegoro Santuni Penderita Hidrocephalus

Warga sempat melakukan protes dengan cara memulangkan paksa tenaga kerja. Namun sejumlah kontraktor diduga mengalaminya dengan memasukkan tenaga kerja secara sembunyi – sembunyi. (roz)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *