SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Kurangnya perhatian Pemerintah Kabupaten Blora, Jawa Tengah, menjadikan Taman Seribu Lampu Cepu memprihatinkan. Banyak pot bunga yang pecah, lampu taman hilang, lantai taman berlobang dan rimbunya rumput liar, sehingga membuat salah satu ikon Cepu itu terkesan tak terawat
Kondisi itulah yang menggugah sejumlah elemen masyarakat Cepu untuk memberikan sentuhan pada taman tersebut. Gabungan dari elemen masyarakat tersebut melakukan bakti sosial di taman Seribu Lampu, dalam rangka mengawali kegiatan “Cepu Cleaning Day†baru-baru ini.
Menurut Koordinator Kegiatan, Eko, acara tersebut merupakan program Social Responsibility (CSR) dari salah satu hotel bintang lima di Cepu. “Sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan,†katanya.
Dia berharap, masyarakat maupun instansi lain mau peduli dengan melakukan kegiatan serupa untuk melakukan perawatan terhadap taman sebagai ruang publik. “Jangan hanya memakai saja tapi minimal juga bisa menjaga dan merawat,†tambahnya.
Eko mengemukanan, alasan mengapa Taman Seribu Lampu saja yang dibersihkan, karena taman tersebut jarang dilakukan perawatan dan pembersihan. Banyak rumput-rumput liar yang tumbuh menutupi tanaman-tanaman. Selain itu, juga banyak pot yang pecah, hingga saat ini tidak ada renovasi atau perbaikan.
“Sehingga itu dapat merusak bahkan mengurangi keindahan dari taman,†kata Eko.
 Sementara itu, Komandan Satgana PMI Cepu, Anton Moedji saat ikut serta dalam bakti sosial (Baksos) tersebut, mengatakan, kegiatan itu diadakan guna mensukseskan program CSR dari Hotel Ammi Cepu yang peduli dengan keadaan Taman Seribu Lampu yang kurang terawat.
“Ini juga merupakan wujud bakti pemuda-pemudi bagi daerah, walaupun hanya sekedar membersihkan taman,†tegas Anton.
Rencananya, pada Sabtu (14/3/2015) depan, akan dilaksanakan puncak acara Cepu Cleaning Day yang akan diikuti lebih kurang 175 orang yang terdiri dari Karyawan Hotel Ammi, Satgana PMI Cepu, Komunitas Go Green, Pramuka, Siswa SMA, dan Masyarakat Pecinta Lingkungan. (ams)