Dewan Minta Humas Terbuka Kepada Wartawan

SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia

Bojonegoro – Komisi A DPRD Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur menyayangkan sikap Humas dan Protokol Pemkab setempat  yang dinilai tidak transparan kepada media, terkait penggunaan anggaran sebesar Rp1.393.778.000 (Rp1,3 M) di dalamAPBD Bojonegoro tahun 2014.

“Saya sangat mengapresiasi atas sikap rekan-rekan media untuk meminta transparansi anggaran tersebut,” kata Wakil Ketua Komisi A DPRD Bojonegoro, Anam Warsito, kepada Suarabanyuurip.com, Kamis (13/3/2015), melalui sambungantelepon selular. 

Dia menyampaikan, dukungan tersebut dikarenakan media merupakan salah satu mitra DPRD dalam memberikan kontrol sosial. Salah satunya terkait transparansi anggaran di tubuh pemerintahan atau Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

“Kalau kemarin ternyata awak media belum mendapatkan jawaban atas transparansi yang diminta itu membuktikan ada sesuatu yang disembunyikan oleh Bagian Humas dan Protokol,” tandasnya.

Politisi asal Partai Gerindra ini menyatakan, dengan sikap Bagian Humas dan Protokol yang tidak memberikan rincian 60 persen anggaran untuk media menjadi sebuah pertanyaan besar. Bahkan, disinyalir ada hal yang tidak wajar dalam penggunaan anggaran itu.

Baca Juga :   Polemik Pasar Baru Tuban Tunggu Putusan Pengadilan

“Sudah tidak jamannya lagi menutupi anggaran itu, tidak ada undang-undang yang melarangnya. Publik juga harus tahu, berapa dan untuk apa anggaran tersebut,” imbuhnya.
Dia menyampaikan, akan mempertanyakan hal tersebut melalui pertanggungjawaban Bupati yang akan dilaksanakan pada bulan April mendatang. Apabila memang ada kejanggalan pada laporan yang diberikan kepada DPRD, maka kemungkinan besar akan membawa masalah ini ke pihak berwajib.

Sebelumnya, Kepala Bagian Humas dan Protokol, Hari Kristianto, menyebutkan, dari total Rp1.130.160.000 yang digunakan untuk media sebesar Rp966.000.000, sisa sebesar Rp Rp164.160.000 untuk kebutuhan internal. Kebutuhan internalnya seperti belanja pegawai isinya honor, media promosi internal dengan membuat spanduk, baliho dan semacamnya, belanja cetak untuk majalah Humas.

“Ya tidak terinci masing-masing media berapa, tapi persentasinya 60 persen itu. Dan saya tegaskan, jika selama ini tidak ada cash back seperti opini yang beredar,” sergahnya. (rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *