SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan – Â Sampai akhir Februari 2015 lahan padi seluas 7.421 hektar di Lamongan, Jawa Timur panen raya. Â Panen ini berimbas pada melimpahnya stok gabah sehingga harga jualnya menurun.
Harga gabah kering sawah saat ini Rp3.300 per Kg. Padahal awal panen awal bulan Februari lalu masih Rp3.700 per Kg.
“Harganya memang turun, tapi masih bagus dengan harga seperti itu,†kata Pujiadi Kemad, warga Desa Kacangan, Kecamatan Modo, Lamongan.
Tingginya harga saat itu juga dipengaruhi harga beras di pasaran yang sempat melambung tinggi, hingga di atas Rp9.000 per Kg.
Sementara itu, Kades Kacangan, Mohammad Ekhwan, mengklaim panen padi di desanya produktivitasnya sangat tinggi. Ubinannya (sampling) mencapai 11,2 ton per hektar.
Dia menyebut tingginya ubinan tersebut disebabkan masyarakat setempat yang mau menerapkan pemupukan berimbang. Petani di desa ini dengan bimbingan penyuluh dari Dinas Pertanian mau menerapkan pemupukan berimbang, tidak berlebihan menggunakan urea.
Meski demikian, beberapa petani setempat menyebut produktivitas padi di desanya ada yang 7 hingga 8 ton per hektar. Produktivitas itu masih jauh lebih tinggi dibanding rata-rata produktivitas komoditi padi Lamongan di tahun 2014 yang mencapai 6,5 ton perhektar. (tok)