Omset Warung Mamin Sekitar Proyek EPC Turun Drastis

SuaraBanyuurip.com - Samian Sasongko

Bojonegoro – Pemilik warung makanan dan minuman (mamin) di sekitar proyek minyak Banyuurip, Blok Cepu, di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengaku, pendapatan mereka menurun akhir-akhir ini. Hal itu menyusul adanya pengurangan tenaga kerja (Naker) dan penutupan pintu masuk lokasi proyek engineering, procurement and construction (EPC) Banyuurip.

Informasi yang diperoleh menyebut, penutupan pintu masuk lokasi proyek Banyuurip tersebut dilakukan sejak sekira bulan Pebruari 2015. Salah satunya pintu masuk yang berada di kampung tunnel di Desa Bonorejo, Kecamatan Gayam.

Salah satu penjual mamin, Mira, mengaku, dengan diberlakukan penutupan pintu masuk proyek dan pengurangan naker oleh perusahaan dampaknya sangat berpengaruh bagi penjual mamin sekitar proyek. Utamanya omset yang diterima setiap harinya menurun.

Karena sebelumnya, lanjut Mira, pada pukul 06.00 WIB lebih, naker masih bisa masuk lokasi proyek, sehingga mereka masih menyempatkan waktu untuk meminum kopi sebentar sebelum memulai bekerja.

“Tapi sekarang jam 6.00 WIB naker harus sudah masuk lokasi. Jika melebihi mereka sudah tidak bisa masuk, karena pintu sudah ditutup, Pak,” kata Mira kepada suarabanyuurip.com di sela-sela melayani pembeli, Sabtu (14/3/2015).

Warga yang berdomisili di Dusun Puduk, Desa Bonorejo itu menjelaskan, akibat dari penutupan pintu masuk proyek itu pendapatan yang diperoleh setiap harinya turun drastis. Mira mengaku, biasanya, setiap hari bisa memperoleh pendapatn Rp400.00. Tapi sekarang paling banyak Rp150.000.

“Itu belum kepotong modal,” ucap penjual mamin di barat kampung tunnel tersebut.

Mira berharap, pihak perusahaan baik EMCL maupun kontraktor pelaksana untuk memberi toleransii kepada naker agar bisa masuk lokasi proyek lebih dari pukul 06.00 WIB. Sehingga, mereka masih bisa membeli dagangan yang disediakan oleh pemilik warung di sekitar proyek.

“Meski ada penurunan omset karena naker juga dikurangi, tetapi dengan memberi toleransi masuk lokasi proyek bisa menjadikan pendapatan kami tidak turun drastis lah, Pak. Biar kami juga bisa ikut merasakan hasil dari proyek Blok Cepu sekalipun lewat naker yang njajan,” ungkapnya.

“Tidak cuman penjual mamin saja yang menurun, saya sebagai pembuka jasa parkir juga ikut menurun. Hanya saja kalau saya lebih disebabkan dari pengurangan naker. Tapi ya tidak apalah memang kenyataannya seperti ini mau apa lagi,” sambung Sukiran, salah satu penyedia parkir sekitar kampung tunnel. (sam)

Baca Juga :   Dua Pencuri Ternak Babak Belur Digebuki Warga

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *