SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Warga sekitar lokasi sumur migas Alas Tua Barat (ATW), Blok Cepu dan sumur Gas Jambaran berharap agar kedua sumur itu segera dikerjakan kembali agar warga dapat ikut terlibat di dalamnya. Sebab saat ini telah banyak tenaga kerja (Naker) proyek Engineering Procurement and Costruction (EPC) Banyuurip yang dikurangi.
Untuk diketahui, Lapangan ATW yang dioperatori ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) itu berada di Desa Ngasem, dan Lapangan Jambaran yang dioperatori Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC) berada di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
Warga Desa Ngasem, Munawar Cholil, mengaku, hingga saat ini lokasi sumur ATW belum ada tanda-tanda akan segera dikerjakan kembali oleh EMCL.
“Entah kapan ATW dikerjakan lagi oleh EMCL, Mas. Sebab, kelihatannya masih tenang-tenang saja belum ada tanda-tanda. Hanya security saja yang terlihat berjaga di lokasi,” kata Munawar Cholil kepada suarabanyuurip.com, Rabu (18/03/2015).
Diharapkan, selain ATW, juga lokasi ladang Gas jambaran yang rencananya akan di unitisasi dengan sumur Tiung Biru (TBR) yang saat ini sedang proses pembebasan lahan untuk segera dikerjakan.
“Saya berharap semoga dua titik lokasi proyek migas ini segera dikerjakan. Sehingga, bisa kembali melibatkan warga sekitar yang mungkin kena surplus di Banyuurip atapun pemula,” ujarnya.
“Ya semoga saja segera dikerjakan, dan melibatkan warga sekitar secara maksimal sesuai dengan keahlihannya masing-masing. Agar pengangguran yang ada bisa terkurang,” sambung Yasir warga lain. (sam)