SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan- Naiknya harga Pertamax tak berdampak pada penurunan penjualan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.
Menurut beberapa operator sejumlah SPBU Lamongan, naiknya harga Pertamax per 15 Maret 2015 lalu tidak mengurangi animo masyarakat yang biasa membeli pertamax. Harga Pertamax yang sebelumnya Rp8250 per liter, kini menjadi Rp8600 per liter atau naik Rp350 per liter.
“Pembelian tetap stabil mas. Ndak ada pengaruh meski harga Pertamax kembali naik,†ujar operator SPBU Sukodadi yang enggan menyebutkan namanya.
Hanya saja awalnya pembeli merasa kaget dengan naiknya harga pertamax yang sebelumnya tidak ada sosialisasi dari pemerintah. Meski demikian pembeli tidak protes dan tetap memilih membeli pertamax dari pada premium.
Operator SPBU di Babat, Minto mengatakan, harga pertamax memang tidak stabil. Sesuai keputusan pemerintah, perubahan harga pertamax biasanya terjadi dua kali dalam sebulan.
“Biasanya perubahan harga terjadi tanggal 1 dan 15 tiap bulannya. Harga bisa naik dan turun,†timpal Minto.
Menurut dia, penjualan pertamax di SPBU Babat juga stabil meski tidak seramai penjualan premium dan solar yang bisa mencapai belasan ribu liter perhari. “Pertamina Surabaya rutin mengirim pertamax 8000 liter setiap seminggu sekali,†pungkas Minto. (tok)